Minggu, 09 April 2023

KONTRIBUSI KURIKULUM SEKOLAH YANG BERKEMAJUAN BAGI TATANAN KEHIDUPAN

KONTRIBUSI KURIKULUM SEKOLAH YANG BERKEMAJUAN BAGI TATANAN KEHIDUPAN

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Dalam kehidupan bermasyarakat kita sering ditanya kaitan kontribusi sekolah terhadap tatanan kehidupan di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari sering masyarakat menilai buruk prodak dari pendidikan. Hal ini sangatlah wajar, melihat kondisi anak-anak sekolah sekarang ini terlihat jauh dari tatanan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Kita sering menemukan penyimpangan dan juga kebiasaan-kebiasaan yang dirasa tidak sesuai dengan tatanan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Saat menemukan permaslahan demikian, banyak masyarakat bahkan dari pemerhati pendidikan menyalahkan kurikulum dari pendidikan yang diterapkan. Seringkali kurikulum sekarang dibandingkan dengan kurikulum terdahulu. Walau tidak sedikit juga sekolah yang dibilang sukses dan menghasilkan out put yang memuaskan pada pasar pendidikan. Seperti lulusan sekolah yang dapat bersaing dan memperoleh nilai memuaskan, sering juara dalam olimpiade, Siwanya memiliki nilai kesopanan yang baik. Namun karena dimata masyarakat mayoritan menjumpai sekolah yang belum bisa memberikan kontribusi yang diinginkan maka mereka memukul rata kaitan hal tersebut. Lagi-lagi kurikulum yang dijadikan permasalahan.

Berkaitan dengan hal ini kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum sekolah. secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga. Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan Kurikulum adalah suatu rencana yang sengaja disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar yang ada di bawah naungan, bimbingan, dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan. Sedangkan menurut Soedijarto, kurikulum merupakan serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan yang berwenang. Adapun di Indonesia, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), konstitusi menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan; (1) peningkatan iman dan takwa; (2) peningkatan akhlak mulia; (3) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; (4) keragaman potensi daerah dan lingkungan; (5) tuntutan pembangunan daerah dan nasional; (6) tuntutan dunia kerja; (7) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (8) agama; (9) dinamika perkembangan global; dan (10) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

Lantas, apakah kurikulum yang kita pakai di sekolah kita salah? Jawabannya tidak salah. Apakah kurikulum yang terdahulu lebih baik dari sekarang atau sebaliknya kurikulum sekarang lebih baikdari kurikulum dulu? Jawabannya, kurikulum sekarang dan terdahulu sama baiknya. Dibuatnya kurikulum baru bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum yang terdahulu. Jadi semua kurikulum sama baiknya dan kita perlu menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Kembali kita lihat dari pengertian inti dari kurikulum. Kurikulum adalah sebuah setrategi atau cara untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Berbicara tentang kurikulum sekolah, tentu kita harus membedakan penerapan dan pengembangannya, hal ini disebabkan karena kondisi sekolah, letak geografis sekolah, dan kondisi masyarakat disekitar sekolah. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Seperti sekolah di kepulauan atau pedesaan harus dibedakan dengan kurikulum yang ada di perkotaan dengan tetap memperhatikan inti kurikulum nasional yang kita jadikan patokan.

Kurikulum sebuah sekolah harus disusun dan dikaji sedemikian rupa, kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berkemajuan. Mengapa demikian? Kurikulum berkemajuan dapat kita maknai dengan kurikulum sekolah yang disusun untuk kesiapan peserta didik menghadapi kondisi dimasa depan. Seperti contoh kurikulum nasional yang sedang diterapkan oleh Kemendikbudristek kita yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini merupakan salah satu contoh kurikulum berkemajuan, karena kurikulum ini didesain untuk mempersiapkan pesrta didik yang siap bersaing didunia global. Namun saat kita terapkan di sekolah harus didesuaikan dengan kondisi sekolahnya. Kita tidak boleh pukul rata sama dalam penerapannya. Penerapan danpengembangan kurikulum di sekolah harus disesuaikan dengan kondisi dan permintaan masyarakat yang ada. Hal ini akan berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang kita bahas diawal, tentang kondisi siswa sekarang yang menjadi sorotan adalah siswa yang bertindak tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat. Dengan hal ini kurikulum sekolah harus menitik beratkan pada moral, sopan satun dan kebiasaan positif. Selain itu, yang menjadi tren sekarang selesai sekolah siap kerja, maka kurikulum yang diterapkan di sekolah menitik beratkan pada kemampuan siswa atau skill siswa untuk siap kerja. Penyelesaian masalah yang ada di masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Penyelesaian itu membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengetahui hasil dari kurikulum yang diterapkan.

Perlu kita ketahui bersama, penyelesaian permasalahan pendidikan kita ini bisa kita selesaikan secara bertahap, satu persatu kita selesaikan dengan strategi yang sudah disiapkan setiap sekolah. Penerapan kurikulum ini dapat diimplementasikan dalam visi dan misi yang diterapkan sekolah masing-masing.

Pada dasarnya perubahan kurikulum nasional tidak berpengaruh pada kurikulum yang diterapkan di sekolah secara signifikan. Inti dari kurikulum nasional adalah satu, yaitu strategi pemerintah untuk mewujudkan pendidikan lebih baik dan sesuai dengan kondisi dan tantangan masa depan. Jadi sekolah tidak perlu risau saat pemerintah mengubah kurikulum. Yang menjadi modal utama sekolah adalah memahami tujuan kurikulum dan membuat atau mengembangkan kurikulum sekolah yang berkemajuan. Dengan demikian sekolah kita tidak akan goyah saat ada perubahan kurikulum yang mendadak atau berubah-ubah. Sekolah menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah yang siap untuk menghadapi tantangan masa mendatang. Sekolah menyiapkan guru-guru yang professional, adaptif, dan inovatif. Dengan demikian kurikulum berkemajuan yang diterapkan oleh sekolah akan memberikan kontribusi positif bagi tatanan kehidupan.

Kemudian apa kontribusi kurikulum yang berkemajuan terhadap tatanan kehidupan? Sekolah merupan lembaga yang disiapkan pemerintah untuk menciptakan generasi peserus bangsa dan manusia yang sesuai dengan harapan. Dengan demikian sekolah harus mampu memberikan kontribusi yang baik bagi tatanan kehidupan. Lebih-lebih sekolah merupakan lembaga yang menghasilkan generasi yang terdidik, bukan menghasilkan barang seperti pabrik. Maka sekolah perlu menerapkan kurikulum yang berkemajuan dan adaptif. Sekolah harus mampu menghasilkan out put yang sesuai dengan permintaan pasar pendidikan. Beberapa contoh yang harus dihasilkan sekolah adalah mapu menciptakan generasi yang memiliki akhlaq dan budi pekerti luhur, mempunyai kebiasaan yang positif, religius, berpengatuhan global, dan siap bersaing secara global.

Sabtu, 08 April 2023

Belajar dengan Waktu

 Belajar dengan Waktu

Cukup singkat aku memahamimu

Belum cukup rasanya aku menggali dari waktu

Sungguh singkat rasanya

Belum sempat aku membuka catatan muskhaf di hatimu

Cukup singkat aku memahamimu

Sehingga aku perlu belajar dengan waktu

Yang terus bergulir tanpa lelah

Tanpa lelah mengajari aku untuk memahami hidup

Yang sudah sekian lama aku sulit memahami

Namun aku sebenarnya ingin memahamimu dengan sepenuhnya

Namun waktu mengijinkan aku hanya memahamimu dengan sederhana

Karena mungkin aku pernah kecewa

Mungki juga aku harus belaja banyak dari waktu

Minggu, 02 April 2023

MEMPERSIAPKAN PPDB SEKOLAH LEBIH AWAL

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Merupakan sebuah kegiatan tahunan setiap sekolah. Mulai dari sekolah tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi. Setiap sekolah berlomba-lomba untuk mendapatkan peserta didik yang banyak. Bahkan ada sebuah sekolah yang baru buka PPDB dua hari sudah tutup. Hal ini kembali kesekolah masing-masing. Sekolah yang sudah memiliki nama besar akan cepat tutup PPDBnya. Namun ada juga sekolah yang sampai waktu PPDB sudah usai namun masih mendapatkan siswa jauh di bawah target yang sudah ditentukan. Yang paling eronis ada juga sekolah yang tidak mau tahu tentang PPDBnya, asal berjalan sehingga sekolahnya semakin mengalami kemunduran.

Berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki, sekolah dapat kita kelompokkan menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah sekolah sehat. Sekolah sehat adalah sekolah yang memiliki siswa di atas 100. Sedangkan bagian ke dua adalah sekolah kurang sehat. Sekolah kurang sehat adalah sebuah sekolah yang memiliki siswa di bawah 100. Analisis ini kita tujukan pada sekolah tingkat dasar dan sekolah lanjutan awal. Menjadi sekolah sehat dan kurang sehat biasanya dipengaruhi banyak faktor, diantara faktor dari dalam sekolah dan kondisi masyarakat sekitar. Sekolah yang sehat biasanya menjadi sekolah yang sukses dalam PPDBnya. Sedangkan Sekolah yang kurang sehat akan mendapatkan hasil PPDB di bawah target yang sudah ditentukan.

Sukses dalam kegiatan PPDB tidak serta merta bisa diraih pada saat dibukanya PPDB sekolah tersebut. Namun sekolah tersebut harus mempersiapkan sejak awal dengan berbagai setrategi dan jurus jitu setiap sekolah. Sekolah yang tidak mempersiapkan PPDBnya dari awal akan mendapatkan hasil PPDB dibawah target.

Untuk sukses PPDB ada beberapa setrategi yang harus dilaksanakan setiap sekolah untuk mendapatkan PPDB yang ditargetkan. Adapun strategi yang bisa digunakan diantaranya sebagai berikut;

Setrategi pertama; Membangun Sistem Sekolah yang Baik. Sistem sekolah adalah kunci pertama untuk sukses PPDB setiap sekolah. Ketika sekolah sudah terstruktur dan tertata dengan baik maka kegiatan sekolah akan berjalan dengan baik dan menghasilkan out put yang baik. Sistem yang perlu diperbaiki dari berbagai sektor, diataranya; sekotor manajemen sekolah, sektor kurikulum sekolah, dan Pelayanan kepada peserta didik dan wali peserta didik.

Strategi ke dua; Menentukan target. Setiap sekolah harus memiliki target yang harus dicapai. Target harus direncanakan di atas target normalnya. Strategi ini digunakan untuk meningkatkan kinerja tim yang ada di dalam sekolah tersebut untuk mencapai target lebih dari yang direncanakan.

Strategi ke tiga; Membuka PPDB lebih awal atau secara berkelanjutan. Kegiatan PPDB lazimnya diadakan pada waktu tertentu. Biasanya sekolah membuka PPDBnya dibulan-bulan mendekati tahun ajaran baru. Namun sekolah yang berani membuat trobosan atau keluar dari zona nyaman dengan membuka PPDB lebih awal.

Setrategi ke empat; Bersolek (Membuat penampilan yang menarik). Sekolah harus memiliki penampilan yang menarik, baik pada Gedung dan fasilitas, maupun tenaga pendidik yang ada di dalamnya. Penampilan sangatlah penting, karena penampilan akan penjadi sorotan pasar pendidikan kita. Maka kita sebagai tim sekolah harus menjaga penampilan atau berpenampilan yang menarik.

Setrategi ke lima; Menjalin silaturahmi dengan pasar pendidikan. Menjalin silaturahmi adalah hal yang penting, karena dengan menjalin silaturahmi sekolah akan dikenal lebih dalam. Disini kesempatan sekolah untuk menunjukkan sistem pendidikan yang menarik untuk menarik calon peserta didik mendaftar secepatnya.

Setrategi ke enam: Membuat gebrakan yang berbeda. Membuat sebuah gebrakan yang berbeda atau sering dikenal dengan berinovasi adalah kunci kita akan dikagumi pasar pendidikan. Semakin kita membuat trobosan dan inovasi-inovasi baru kita akan menjadi dikenal dan dikagumi. Hal ini akan menarik pasar pendidikan untuk segera mendaftarkan anaknya pada sekolah tersebut.

Sukses PPDB sekolah bukan hanya bertumpu pada system dan setrategi yang dibuatnya. Namun pada kerja keras tim sekolah dan kesolitan tim menjadi sarana pendukung suksesnya PPDB sebuah sekolah. Tidak kalah pentingnya adalah komitmen sekolah dan pendidik di dalam sekolah tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik.

Cintai dengan Sederhana

Cintai dengan Sederhana 


Mencintai itu tidak perlu lebih

Cukup dengan sederhana saja

Kita tak pelu seperti lilin

Yang dimenit ini seolah berharga

Namun nanti akan lebur bersama apinya

Kita tak perlu menjadi Pelangi

Yang elok dalam sekejap

Dan larut bersama hujan

Cukuplah mencintai dengan sederhana

Memberikan rasa sederhana akan terasa nyaman

Tak aka nada rasa sakit setelah cerita berlalu

Cukuplah mencintai dengan sederhan

Memberikan apa yang kamu punya

Cintailah dengan sederhana

Seperti embun pagi yang jernih

Tetesannya akan terasa pada dedaunan

Yang layu menanti hujan


Senin, 27 Maret 2023

JENIS-JENIS PENILAIAN YANG WAJIB DIKETAHUI GURU

JENIS-JENIS PENILAIAN YANG WAJIB DIKETAHUI GURU


Di dunia Pendidikan seorang guru memiliki kewajiban memberikan assesmen atau penilaian kepada peserta didik. Namun di lapangan tidak sedikit guru mengenal jenis-jenis penilaian yang bisa digunakan guru untuk mengukur pencapaian belajar peserta didik. Mari kita ulas secara singkat tentang jenis-jenis assesmen atau penilaian yang wajib diketahui guru untuk mengukur pencapaian belajar peserta didik.

1. Asesmen Diagnostik

Yang pertama yaitu Penilaian dengan pendekatan asesmen diagnostik merupakan bentuk pra-penilaian yang dilakukan sebelum melaksanakan sebuah proses pembelajaran di kelas, yang bertujuan agar seorang guru melakukan upaya memahami kelebihan dan kekurangan peserta didik sebelum melakukan proses pembelajaran. 

Dengan asesmen diagnostik ini guru dapat mengetahui tingkat kognitif peserta didik sehingga dapat memutuskan tindak lanjut dalam mendesain pembelajaran. Sehingga guru dapat memilih langkah yang tepat sesuai dengan hasil asesmen diagnostik yang dilakukan sebelum pembelajaran dilaksanakan.

2. Formatif dan Sumatif

Yang ke dua adalah Penilaian formatif dan sumatif, penilaian formatif adalah evaluai yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian formatif biasa disebut dengan Assesment for Learning (AFL). Misalnya, setiap selesai pembelajaran siswa diberikan kuis atau bisa saja berupa ulangan harian.

Sedangkan penilaian sumatif merupakan penilaian yang dilakukan di akhir proses pembelajaran. Penilaian sumatif biasanya digunakan untuk menentukan kinerja akhir peserta didik seperti ulangan akhir semester atau ujian kelulusan. Penilaian sumatif biasa disebut Assesment Of Learning (AOF).

3. Penilaian Informal dan Formal

Yang ke tiga adalah penilaian informal dan formal. Mungkin diantara kita ada yang asing dengan macam penilaian ini. Sebenarnya hampir sama saja hanya membedakan sifatnya. Penilaian informal biasanya dilakukan dalam bentuk umpan balik dengan peserta didik seperti memberikan pertanyaan-pertanyaan awal sebelum memulai pembelajaran.

 Sedangkan penilaian formal merupakan evaluasi terhadap kinerja peserta didik selama proses pembelajaran, baik berupa tes tertulis maupun lainnya dengan menggunakan standar yang telah ditetapkan.

4. Continuous Assesment dan Final Assesment

Yang ke empat adalah continuous assessment dan final assessment. Continuous merupakan penilaian sepanjang pengalaman belajar atau terus-menerus. Sementara Final Assement merupakan penilaian di akhir kegiatan belajar. Penilaian akhir biasanya digunakan untuk pengambilan keputusan sumatif.

5. Penilaian Proses dan Penilaian Produk

Penilaian proses adalah penilaian yang terfokus pada langkah-langkah atau prosedur yang mendasari kemampuan tertentu, seperti mengerjakan tugas dengan proses penyelesaian yang sesuai prosedur yang sistematis. Sedangkan penilaian produk merupakan penilaian pada karya atau hasil akhir dari tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

 

Demikian jenis-jenis penilain yang dapat digunakan guru untuk mengukur pencapaian belajar peserta didik. Semoga bermanfaat.

 

Kamis, 16 Maret 2023

HABIT POSITIF SISWA DAN GURU

 HABIT POSITIF SISWA DAN GURU

Oleh: Mustafa Kamal Ali

Di tahun ini kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah sudah mulai aktif seperti biasanya. Kegiatan pembelajaran sudah mulai dengan kegiatan tatap muka, atau belajar di kelas. Kegiatan belajar daring atau melalui media virtual hanya menjadi kegiatan pendamping. Setelah kegiatan daring selama masa pandemi covid-19 memiliki banyak dampak pada siswa dan guru. Banyak beberapa nilai dan habit sekolah yang luntur.  Sering kita jumpai di sekolah-sekolah serasa ada yang berbeda dari masa sebelum pandemi dan masa setelah pandemi ini. Selain siswa guru-gurupun mulai harus membiasakan habit positif yang dulu sudah berjalan baik. Sebenarnya tanpa adanya masa pandemi di tahun 2019 s/d 2022 masih banyak sekolah yang belum sempurna dalam menanamkan nilai dan habit positif  terhadap guru dan siswa. Hal ini mengakibatkan hasil output dari sekolah dirasa kurang memuaskan dimata pasar pendidikan. 

Banyak sekali habit positif yang mengalami degradasi setelah masa pandemi dan juga beberapa sekolah memang belum sepenuhnya menanamkan habit positif. Seperti habit menjaga kebersihan sekolah, habit kedisiplinan, habit budaya literasi, dan juga habit penanaman kesopanan. Pada awal masuk sekolah Nampak siswa keberatan jika harus membersikan kelas, dating tepat waktu, dan juga ada yang menggunakan bahasa yang didak cocok digunakan dilingkungan pendidikan. Hal ini dipengaruhi habit siswa di rumah yang kurang melaksanakan habit positif. Selain itu dipengaruhi dengan kemajuan teknologi yang cepat tanpa adanya control dari orang tua dan guru. Hal ini sangatlah memperihatinkan bagi kita selaku orang yang berkecipung di dunia pendidikan. Mengingat siswa adalah subjek dan objek penyelesaian dalam permasalah ini.

Siswa sebagai subjek dan objek pembelajaran harus ditanamkan nilai-nilai habit yang dapat membentuk kepribadian mereka. Habit hidup bersih bagi siswa harus tertanam sejak di sekolah yang menjadi kesadaran hidup sehari-hari sampai di rumah. Menekankan habit hidup bersih sangatlah penting, karena hal ini akan membentuk keteraturan diri yang peduli terhadap lingkungan. Disiplin diri juga tidak kalah pentingnya menjadi tanggung jawab sekolah. Hal ini harus diperkuat oleh gerakan sistem yang membentuk keteladanan kolektif di lingkungan sekolah. Tidak ada ruang toleransi untuk mengabaikan ruang disiplin di sekolah.

Guru, siswa dan semua warga sekolah secara kolektif ikut proaktif membentuk habit siswa yang positif. Dalam proses pembelajaran siswa harus ditanamkan nilai-nilai (core value) untuk membangun komitmen belajar. Sebelum mengikuti belajar formal di sekolah, ada proses penanaman nilai-nilai habit yang diinternalisasi oleh warga sekolah, seperti habit hidup bersih, pembiasaan literasi membaca, disiplin, praktek keagamaan (nilai-nilai religiusitas), praktek penanaman kesopanan, dan komitmen norma untuk menjaga kesadaran keberlangsungan belajar.

Habit menjaga kebersihan di sekolah kadang menjadi hal yang disepelehkan, namun sebenarnya habit ini sangatlah penting. Sebenarnya setiap guru sudah sering mengajarkan atau sering juga mengingatkan kepada siswanya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Namunbiasanya hal ini kurang sempurna jika tidak di iringi dengan aksinyata seorang guru dalam mendampingi kegiatan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. hal ini bisa dikatakan belum bisa maksimal jika dihadapkan disekolah dasar, mengingan figur guru sangatlah penting sebagai teladan bagi siswanya. Selain itu kondisi siswa disekolah dasar sangatlah butuh pendampingan dan pengarahan secara baik. Guru harus selalu mengontrol dan mengingatkan siswa bahkan harus memberikan contoh riil. Kadang ada yang terlupakan seperti mengecek sampah saat pulang sekolah atau istirahat. Biasanya hanya menyapu lantai padahal banyak sudut yang perlu disentuh kebersihannya sepertijendela rak buku dan lain sebagainya. Mungkin kita sering menjumpai meja kursi di kelas yang penuh dengan motif yang tidak asli (penuh coretan).  Hal ini menjadikan pemandangan kelas semakin tidak mengenakkan. Oleh karena itu betapa pentingnya seorang guru selalu mengingatkan menjaga kebersihan diseluruh lini kelas.

Habit disiplin merupakan yang paling banyak dilanggar di sekolah-sekolah. Padahal habil disiplin ini merupakan hal terpenting untuk penanaman karakter siswa yang nantinya terbawa kerumah dan masa hidupnya. Jika siswa sudah tidak terbiasa disiplin akan terasa berat jika dihadapkan dalam kehidupan dimasa mendatang saat sudah berkecipung didunia kerja. Habit disiplin ini akan sulit diterapkan disekolah terhadap siswa jika figur seorang guru dan warga sekolah yang dijadikan figur tidak melaksanakannya. Dalam kata lain jika ingin siswa disiplin, guru harus juga disiplin. Sekolah yang baik adalah sekolah yang tidak memberi ruang warga sekolah untuk tidak disiplin.

Habit literasi sangatlah penting diterapkan di sekolah, karena hal ini dapat digunakan untuk menjaga atmosfir akademik di sekolah. Minat baca yang lesu dalam kehidupan sehari-hari atau dilingkungan masyarakat diakibatkan oleh kegagalan lembaga pendidikan untuk membentuk budaya literasi baca tulis dengan baik. Indonesia menjadi salah satu Negara yang sulit bersaing dikanca internasional, hal ini disebabkan oleh sumber daya manusia yang kualitasnya kurang baik. Hal ini disebabkan karena minat baca masyarakat yang kurang. Oleh karena itu institusi pendidikan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal peningkatan minat baca masyarakat, yang dimulai dari pembentukan admosfir akademik di sekolah. Sekolah menjadi garda terdepan dalam menciptakan admosfir minat baca siswanya.

Habit penanaman kesopan merupakan suatu habit yang sangat penting kita terapkan sejak dini. Karena kesopanan ini sangatlah mudah dinilai oleh setiap orang. Maka, sekolah sangat perlu menanamkan habit ini sejak dini. Dimasa sekarang ini habil kesopanan sangat mengalami degradasi. Hal ini dasebabkan karena pengaruh kemajuan zaman dan juga karena kurangnya pendampingan guru dan orang tua terhadap siswa. Penanaman habit ini sepertinya mudah, namun realitanya sangat sulit. Bagaimana cara penanaman habit ini supaya optimal? Jawabannya sederhana, kita kaji lebih jauh penyebabnya terlebih dahulu. Setelah kita tahu kita akan lebih mudah mengatasi permasalahan ini. 

Habit positif bagi siswa dan guru sebenarnya sudah diketahui semua pihak, namun kebanyakan enggan melaksanakannya, karena merasa berat. Atau mungkin merasa acuh dengan kondisi ini, sebagai orang yang berperan aktif didunia pendidikan tidak boleh acuh terhadap degradasi habit positif pada siswa dan guru. Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini kita perlu lakukan bersama-sama untuk menanamkan habit positif di sekolah dengan sepenuh hati.

Rabu, 15 Maret 2023

Pesan Pena Kepada Kertas

Pesan Pena Kepada Kertas

 Oleh: Mustafa Kamal Ali


Aku hanya pena yang tiada makna

Tinta-tinta ini tak punya makna jika tak tergores di jiwa

jiwamu cukup luas untuk kugeskan tinta

Kucoba gores larik-larik sajak biasa

Tuk hiasi kekosongan dalam lembar kertasnya

Tak lain hanyalah pesan pena pada kertasnya

Yang tersusun rapi bait-baitnya

Berisi pesan guru pada muridnya

Dihembuskan do’a suci dari bibir manisnya

Untuk mirid yang telah jauh dari mata

Ditengah masa kita tak jumpa

Namun hati kita selalu bersama

Walau berbeda ruang dan waktunya

Teringan jelas cerita indah kita

Yang terukir dibalut canda dan tawa

Namun, kini hanya cerita senja

Yang akan hilang ditelan gelap tanpa cahaya

Hanya do’a yang menyertainya

Yang terpancar bagai lilin ditengah gelap gulita

Yang berayun-ayun sinarnya

Dihembus angin malam yang menembus dadanya

Hati ini lirih berkata

Jika raga kita harus terpisah

Biarlah hati ini selalu bersama yang beiring dengan do’a

Aku hanya pena yang tiada arti tanpa kertasnya

Engkau muskhaf-muskhaf yang beraneka warna

Yang kucoba gores tinta mutiara

Mutiara ini tiada arti jika kalian tak menyimpannya

Karena ini pesan pena pada kertasnya

Sekusut apa kertasnya akan indah

Jika tersusun rapi bait sajak disana

Biarlah melekat bagai permata diliontinnya

Jangan kau buang sia-sia

Karena itu cukup mahal belinya

Biarlah bersemayam di dada

Tergantung di rantai emasnya

Karena akan menawan dipandang bola mata

Selamat berjuang melawan masa