Minggu, 09 April 2023

KONTRIBUSI KURIKULUM SEKOLAH YANG BERKEMAJUAN BAGI TATANAN KEHIDUPAN

KONTRIBUSI KURIKULUM SEKOLAH YANG BERKEMAJUAN BAGI TATANAN KEHIDUPAN

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Dalam kehidupan bermasyarakat kita sering ditanya kaitan kontribusi sekolah terhadap tatanan kehidupan di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari sering masyarakat menilai buruk prodak dari pendidikan. Hal ini sangatlah wajar, melihat kondisi anak-anak sekolah sekarang ini terlihat jauh dari tatanan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Kita sering menemukan penyimpangan dan juga kebiasaan-kebiasaan yang dirasa tidak sesuai dengan tatanan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Saat menemukan permaslahan demikian, banyak masyarakat bahkan dari pemerhati pendidikan menyalahkan kurikulum dari pendidikan yang diterapkan. Seringkali kurikulum sekarang dibandingkan dengan kurikulum terdahulu. Walau tidak sedikit juga sekolah yang dibilang sukses dan menghasilkan out put yang memuaskan pada pasar pendidikan. Seperti lulusan sekolah yang dapat bersaing dan memperoleh nilai memuaskan, sering juara dalam olimpiade, Siwanya memiliki nilai kesopanan yang baik. Namun karena dimata masyarakat mayoritan menjumpai sekolah yang belum bisa memberikan kontribusi yang diinginkan maka mereka memukul rata kaitan hal tersebut. Lagi-lagi kurikulum yang dijadikan permasalahan.

Berkaitan dengan hal ini kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum sekolah. secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga. Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan Kurikulum adalah suatu rencana yang sengaja disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar yang ada di bawah naungan, bimbingan, dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan. Sedangkan menurut Soedijarto, kurikulum merupakan serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan yang berwenang. Adapun di Indonesia, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), konstitusi menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan; (1) peningkatan iman dan takwa; (2) peningkatan akhlak mulia; (3) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; (4) keragaman potensi daerah dan lingkungan; (5) tuntutan pembangunan daerah dan nasional; (6) tuntutan dunia kerja; (7) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (8) agama; (9) dinamika perkembangan global; dan (10) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

Lantas, apakah kurikulum yang kita pakai di sekolah kita salah? Jawabannya tidak salah. Apakah kurikulum yang terdahulu lebih baik dari sekarang atau sebaliknya kurikulum sekarang lebih baikdari kurikulum dulu? Jawabannya, kurikulum sekarang dan terdahulu sama baiknya. Dibuatnya kurikulum baru bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum yang terdahulu. Jadi semua kurikulum sama baiknya dan kita perlu menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Kembali kita lihat dari pengertian inti dari kurikulum. Kurikulum adalah sebuah setrategi atau cara untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Berbicara tentang kurikulum sekolah, tentu kita harus membedakan penerapan dan pengembangannya, hal ini disebabkan karena kondisi sekolah, letak geografis sekolah, dan kondisi masyarakat disekitar sekolah. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Seperti sekolah di kepulauan atau pedesaan harus dibedakan dengan kurikulum yang ada di perkotaan dengan tetap memperhatikan inti kurikulum nasional yang kita jadikan patokan.

Kurikulum sebuah sekolah harus disusun dan dikaji sedemikian rupa, kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berkemajuan. Mengapa demikian? Kurikulum berkemajuan dapat kita maknai dengan kurikulum sekolah yang disusun untuk kesiapan peserta didik menghadapi kondisi dimasa depan. Seperti contoh kurikulum nasional yang sedang diterapkan oleh Kemendikbudristek kita yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini merupakan salah satu contoh kurikulum berkemajuan, karena kurikulum ini didesain untuk mempersiapkan pesrta didik yang siap bersaing didunia global. Namun saat kita terapkan di sekolah harus didesuaikan dengan kondisi sekolahnya. Kita tidak boleh pukul rata sama dalam penerapannya. Penerapan danpengembangan kurikulum di sekolah harus disesuaikan dengan kondisi dan permintaan masyarakat yang ada. Hal ini akan berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang kita bahas diawal, tentang kondisi siswa sekarang yang menjadi sorotan adalah siswa yang bertindak tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat. Dengan hal ini kurikulum sekolah harus menitik beratkan pada moral, sopan satun dan kebiasaan positif. Selain itu, yang menjadi tren sekarang selesai sekolah siap kerja, maka kurikulum yang diterapkan di sekolah menitik beratkan pada kemampuan siswa atau skill siswa untuk siap kerja. Penyelesaian masalah yang ada di masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Penyelesaian itu membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengetahui hasil dari kurikulum yang diterapkan.

Perlu kita ketahui bersama, penyelesaian permasalahan pendidikan kita ini bisa kita selesaikan secara bertahap, satu persatu kita selesaikan dengan strategi yang sudah disiapkan setiap sekolah. Penerapan kurikulum ini dapat diimplementasikan dalam visi dan misi yang diterapkan sekolah masing-masing.

Pada dasarnya perubahan kurikulum nasional tidak berpengaruh pada kurikulum yang diterapkan di sekolah secara signifikan. Inti dari kurikulum nasional adalah satu, yaitu strategi pemerintah untuk mewujudkan pendidikan lebih baik dan sesuai dengan kondisi dan tantangan masa depan. Jadi sekolah tidak perlu risau saat pemerintah mengubah kurikulum. Yang menjadi modal utama sekolah adalah memahami tujuan kurikulum dan membuat atau mengembangkan kurikulum sekolah yang berkemajuan. Dengan demikian sekolah kita tidak akan goyah saat ada perubahan kurikulum yang mendadak atau berubah-ubah. Sekolah menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah yang siap untuk menghadapi tantangan masa mendatang. Sekolah menyiapkan guru-guru yang professional, adaptif, dan inovatif. Dengan demikian kurikulum berkemajuan yang diterapkan oleh sekolah akan memberikan kontribusi positif bagi tatanan kehidupan.

Kemudian apa kontribusi kurikulum yang berkemajuan terhadap tatanan kehidupan? Sekolah merupan lembaga yang disiapkan pemerintah untuk menciptakan generasi peserus bangsa dan manusia yang sesuai dengan harapan. Dengan demikian sekolah harus mampu memberikan kontribusi yang baik bagi tatanan kehidupan. Lebih-lebih sekolah merupakan lembaga yang menghasilkan generasi yang terdidik, bukan menghasilkan barang seperti pabrik. Maka sekolah perlu menerapkan kurikulum yang berkemajuan dan adaptif. Sekolah harus mampu menghasilkan out put yang sesuai dengan permintaan pasar pendidikan. Beberapa contoh yang harus dihasilkan sekolah adalah mapu menciptakan generasi yang memiliki akhlaq dan budi pekerti luhur, mempunyai kebiasaan yang positif, religius, berpengatuhan global, dan siap bersaing secara global.

0 comments:

Posting Komentar