Membangun Literasi Anak Sekolah Dasar di Era Digital
Literasi
merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan
memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Menurut UNESCO, literasi tidak hanya mencakup kemampuan
membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan
menciptakan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pribadi dan
mengembangkan potensi pengetahuan serta partisipasi dalam masyarakat. Literasi
merupakan fondasi utama dalam pembelajaran sepanjang hayat dan memainkan peran
krusial dalam perkembangan individu dan masyarakat.
Namun,
di era digital saat ini, literasi pada anak sekolah dasar menghadapi tantangan
yang signifikan. Penyebab lemahnya literasi pada anak sekolah dasar bisa
beragam, mulai dari kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang memadai,
minimnya motivasi membaca, hingga pengaruh negatif dari teknologi digital yang
seringkali mengalihkan perhatian anak dari aktivitas membaca dan belajar.
Selain itu, kurangnya keterampilan literasi digital juga menjadi kendala, di
mana anak-anak belum sepenuhnya mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung
kegiatan literasi mereka.
Untuk
meningkatkan literasi anak sekolah dasar, diperlukan pendekatan yang
komprehensif dan kolaboratif. Pertama, penting untuk menyediakan lingkungan
yang kaya akan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan minat anak. Sekolah
dan perpustakaan harus berperan aktif dalam menyediakan buku-buku yang menarik
dan sesuai dengan tingkat baca anak. Selain itu, penggunaan teknologi digital
yang tepat juga bisa menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan literasi,
seperti penggunaan aplikasi baca interaktif dan platform belajar daring yang
menarik.
Peran
guru dan orang tua sangat vital dalam membangun literasi anak. Guru perlu mengintegrasikan
kegiatan literasi dalam kurikulum sekolah, menciptakan kegiatan membaca yang
menarik, dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada anak. Mereka juga
harus menjadi teladan dalam hal membaca dan menunjukkan antusiasme terhadap
literasi. Sementara itu, orang tua harus menciptakan lingkungan yang mendukung
kegiatan literasi di rumah. Mereka bisa melibatkan anak dalam aktivitas membaca
bersama, mendiskusikan isi buku, dan memberikan akses kepada bahan bacaan yang
bervariasi.
Sekolah
juga memiliki peran strategis dalam membangun literasi anak. Program literasi
sekolah harus dirancang dengan baik, melibatkan berbagai pihak, dan
terintegrasi dengan teknologi digital. Pelatihan dan workshop untuk guru
tentang strategi literasi modern juga harus rutin dilakukan untuk memastikan
bahwa guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendukung
literasi anak di era digital.
Marilah kita selalu meningkatkan literasi di lingkungan
sekolah. Dengan semangat yang tinggi dan kolaborasi yang erat antara guru,
orang tua, dan sekolah, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, kritis,
dan berdaya saing tinggi. Literasi adalah kunci menuju masa depan yang cerah,
dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya tetap hidup dan berkembang di
era digital ini.
.png)







0 comments:
Posting Komentar