Pesan Pena Kepada Kertas
Aku hanya pena yang tiada makna
Tinta-tinta ini tak punya makna jika tak tergores di jiwa
jiwamu cukup luas untuk kugeskan tinta
Kucoba gores larik-larik sajak biasa
Tuk hiasi kekosongan dalam lembar kertasnya
Tak lain hanyalah pesan pena pada kertasnya
Yang tersusun rapi bait-baitnya
Berisi pesan guru pada muridnya
Dihembuskan do’a suci dari bibir manisnya
Untuk mirid yang telah jauh dari mata
Ditengah masa kita tak jumpa
Namun hati kita selalu bersama
Walau berbeda ruang dan waktunya
Teringan jelas cerita indah kita
Yang terukir dibalut canda dan tawa
Namun, kini hanya cerita senja
Yang akan hilang ditelan gelap tanpa cahaya
Hanya do’a yang menyertainya
Yang terpancar bagai lilin ditengah gelap gulita
Yang berayun-ayun sinarnya
Dihembus angin malam yang menembus dadanya
Hati ini lirih berkata
Jika raga kita harus terpisah
Biarlah hati ini selalu bersama yang beiring dengan do’a
Aku hanya pena yang tiada arti tanpa kertasnya
Engkau muskhaf-muskhaf yang beraneka warna
Yang kucoba gores tinta mutiara
Mutiara ini tiada arti jika kalian tak menyimpannya
Karena ini pesan pena pada kertasnya
Sekusut apa kertasnya akan indah
Jika tersusun rapi bait sajak disana
Biarlah melekat bagai permata diliontinnya
Jangan kau buang sia-sia
Karena itu cukup mahal belinya
Biarlah bersemayam di dada
Tergantung di rantai emasnya
Karena akan menawan dipandang bola mata
Selamat berjuang melawan masa








0 comments:
Posting Komentar