Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Sering kita dengar di
masyarakat tentang curhatan atau mungkin obrolan orang tua siswa dan guru
tentang perkembangan siswa. Banyak orang tua atau gurunya junga mengeluh siswa
yang belum bisa sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Fenomena Ini kita
jumpai di beberapa tempat atau disekitar kita sendiri. Bahkan ada juga orang
tua siswa yang tidak mau tahu tentang anaknya, yang penting sekolah hasil
belakangan. Ada juga yang ingin anaknya sekolah harus pinter dan orang tua
tidak mau tahu dan tidak mau ikut partisipasi dalam mendidiknya. Fenomena di
lapangan sanagat beragam dan permasalahan-permasalahan seolah-olah merupakan
kesalahan sekolah yang gagal menerapkan kurikulum atau mungkin ada permasalahan
yang lainnya. Hal ini tidak bias kita pungkiri, karena setiap wali siswa
memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda.
Dari permasalah tersebut,
kita tidak boleh saling menyalahkan atau mungkin mengambil titik aman untuk
melindungi diri atau mencari kebenaran diri. Permasalah kurang maksimalnya
Pendidikan kita ini perlu kita carikan solusi bersama. Pertanyaannya “siapa sih
yang memiliki kewajiban mendidik?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada
sebuah cerita untuk kita jadikan ilustrasi dan juga kita jadikan pandangan
untuk memahami tugas mendidik. Ada seorang kepala sekolah yang sedang diajak
seorang profesor ke Jepang. Disana, kepala sekolah tersebut diajak berkunjung
ke Johoku Shougakku (nama sebuah daerah di Jepang). Disana kepala
sekolah tersebut dipertemukan dengan seorang wali siswa. Wali siswa tersebut
menjelaskan secara detail kepada kepala sekolah tersebut tentang peran orang
tua dalam mendidik anaknya. Untuk menunjang kesuksesan anaknya Ketika belajar
di sekolah dari mulai SD sampai SMA. Anaknya di rumah mendapat tugas
membersihkan prabot, membersihkan tempat tidur, dan bahkan di sekolah, selain
membersihkan kelas juga membersihkan toilet. Hal ini sama juga dilakukan
anaknya ketika di rumah. Kegiatan yang hampir sama dilakukan seorang anak. Kegiatan
ini merupakan penanaman karakter yang balance antara di sekolah dan di rumah.
Beberapa orang menyebutnya penanaman karakter yang bergayung sambut antara
kegiatan di rumah dan di sekolah.
Tugas mendidik paling
tidak dapat kita gunakan untuk memeratakan empat ruang lingkup, yaitu orang
tua, lingkungan, sekolah, dan masyarakat yang satu dengan yang lain tidak
dapat dipisahkan dan saling terkait erat. Orang tua berperan utama yang dapat
meneladani, mendidik, membentuk prilaku, dan menciptakan pembiasaan.
Sekolah adalah sarana proses penanaman belajar yang dapat membentuk kepribadian yang
berkarakter. Sedangkan lingkungan dan masyarakat berkontribusi mewarnai tatanan
nila, maka dengan mudah mereka menyerapnya untuk terpancar dalam prilaku
kehidupan mereka sehari-hari.
Secara makro orang tua
harus berperan untuk memberi sumbangsih terhadap pertumbuhan peradaban sekolah.
Orang tua adalah mitra sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang ideal. Sekolah
tidak dapat berpikir sendiri untuk menumbuhkan peradaban yang terdidik, dan
orang tua berperan untuk menguatkan program sekolah, sehingga terwujud
kerjasama yang baik dan berimbang (Balance).
Sekolah maju dimanapun itu pasti melibatkan orang tua sebagai mitra. Tidak
ada kemajuan sekola tanpa keterlibatan partisipasi aktif dari orang tua. Dengan hal
ini, sistem komunikasi aktif antara orang tua dan sekolah harus dibangun
sedemikian rupa. Melalui wali kelas atau melalui paguyuban sekolah. Dengan
begini, komunikasi antara sekolah dengan orang tua akan bisa tersambung secara
terus menerus.
Begitu juga dalam mendidik siswa, saat kebiasaan baik sudah diterapkan di dalam kelas, seorang guru harus mengkomunikasikan juga dengan orang tua siswa, supaya kebiasaan baik itu juga dilaksanakan siswa di rumah dengan pantauan orang tua. Dengan kata lain, dalam kaitan mendidik karakter memang tidak bias sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Karena karakter terbangun dengan kebiasaan yang terus menerus, hal ini bisa kita lakukan secara seimbang (Balance) antara pendidikan karakter di sekolah dan di rumah.



.png)









