Selasa, 24 Januari 2023

ORANG TUA DAN GURU HARUS BALANCE DALAM MENDIDIK

 Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.


Sering kita dengar di masyarakat tentang curhatan atau mungkin obrolan orang tua siswa dan guru tentang perkembangan siswa. Banyak orang tua atau gurunya junga mengeluh siswa yang belum bisa sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Fenomena Ini kita jumpai di beberapa tempat atau disekitar kita sendiri. Bahkan ada juga orang tua siswa yang tidak mau tahu tentang anaknya, yang penting sekolah hasil belakangan. Ada juga yang ingin anaknya sekolah harus pinter dan orang tua tidak mau tahu dan tidak mau ikut partisipasi dalam mendidiknya. Fenomena di lapangan sanagat beragam dan permasalahan-permasalahan seolah-olah merupakan kesalahan sekolah yang gagal menerapkan kurikulum atau mungkin ada permasalahan yang lainnya. Hal ini tidak bias kita pungkiri, karena setiap wali siswa memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda.

Dari permasalah tersebut, kita tidak boleh saling menyalahkan atau mungkin mengambil titik aman untuk melindungi diri atau mencari kebenaran diri. Permasalah kurang maksimalnya Pendidikan kita ini perlu kita carikan solusi bersama. Pertanyaannya “siapa sih yang memiliki kewajiban mendidik?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada sebuah cerita untuk kita jadikan ilustrasi dan juga kita jadikan pandangan untuk memahami tugas mendidik. Ada seorang kepala sekolah yang sedang diajak seorang profesor ke Jepang. Disana, kepala sekolah tersebut diajak berkunjung ke Johoku Shougakku (nama sebuah daerah di Jepang). Disana kepala sekolah tersebut dipertemukan dengan seorang wali siswa. Wali siswa tersebut menjelaskan secara detail kepada kepala sekolah tersebut tentang peran orang tua dalam mendidik anaknya. Untuk menunjang kesuksesan anaknya Ketika belajar di sekolah dari mulai SD sampai SMA. Anaknya di rumah mendapat tugas membersihkan prabot, membersihkan tempat tidur, dan bahkan di sekolah, selain membersihkan kelas juga membersihkan toilet. Hal ini sama juga dilakukan anaknya ketika di rumah. Kegiatan yang hampir sama dilakukan seorang anak. Kegiatan ini merupakan penanaman karakter yang balance antara di sekolah dan di rumah. Beberapa orang menyebutnya penanaman karakter yang bergayung sambut antara kegiatan di rumah dan di sekolah.

Tugas mendidik paling tidak dapat kita gunakan untuk memeratakan empat ruang lingkup, yaitu orang tua, lingkungan, sekolah, dan masyarakat yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan dan saling terkait erat. Orang tua berperan utama yang dapat meneladani, mendidik, membentuk prilaku, dan menciptakan pembiasaan. Sekolah adalah sarana proses penanaman belajar yang dapat membentuk kepribadian yang berkarakter. Sedangkan lingkungan dan masyarakat berkontribusi mewarnai tatanan nila, maka dengan mudah mereka menyerapnya untuk terpancar dalam prilaku kehidupan mereka sehari-hari.

Secara makro orang tua harus berperan untuk memberi sumbangsih terhadap pertumbuhan peradaban sekolah. Orang tua adalah mitra sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang ideal. Sekolah tidak dapat berpikir sendiri untuk menumbuhkan peradaban yang terdidik, dan orang tua berperan untuk menguatkan program sekolah, sehingga terwujud kerjasama yang baik dan berimbang (Balance). Sekolah maju dimanapun itu pasti melibatkan orang tua sebagai mitra. Tidak ada kemajuan sekola tanpa keterlibatan partisipasi aktif dari orang tua. Dengan hal ini, sistem komunikasi aktif antara orang tua dan sekolah harus dibangun sedemikian rupa. Melalui wali kelas atau melalui paguyuban sekolah. Dengan begini, komunikasi antara sekolah dengan orang tua akan bisa tersambung secara terus menerus.

Begitu juga dalam mendidik siswa, saat kebiasaan baik sudah diterapkan di dalam kelas, seorang guru harus mengkomunikasikan juga dengan orang tua siswa, supaya kebiasaan baik itu juga dilaksanakan siswa di rumah dengan pantauan orang tua. Dengan kata lain, dalam kaitan mendidik karakter memang tidak bias sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Karena karakter terbangun dengan kebiasaan yang terus menerus, hal ini bisa kita lakukan secara seimbang (Balance) antara pendidikan karakter di sekolah dan di rumah.

Minggu, 22 Januari 2023

MEMBANGUN SEKOLAH DENGAN MEMBACA PEREKONOMIAN MASYARAKAT PASAR PENDIDIKAN

 Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.


Persaingan di dunia Pendidikan sangat ketat. Tidak hanya sekolah swasta, sekolah negeri akhir-akhir ini sudah mulai nampak menunjukkan kelebihannya supaya bisa dikenal masyarakat luas. Tidak heran, majunya teknologi informasi sangat mempengaruhi perkembangan sekolah. Ada yang mengatakan, jika sekolah tidak memiliki media sosial maka sekolah tersebut akan ketinggalan. Setiap sekolah pasti memiliki keunggulan namun kadang warga sekolahnya tidak mau menunjukkan atau malah merasa senang sekolahanya terlihat biasa saja.

Setelah pandemi covid-19 mereda rasanya terasa lega, namun banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memulihkan dunia Pendidikan menjadi normal kembali. Banyak sekolah yang terdampak dengan adanya pandemi beberapa tahun lalu, ada sekolah yang menjadi terbelakang, ada sekolah yang kehilangan banyak murid, dan juga ada sekolah yang malah memiliki jumlah murid yang meningkat secara signifikan. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya perokonomian masyarakat. Saat pandemi banyak wali siswa memindah anaknya gara-gara masalah ekonomi. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa sekolah untuk menambah jumlah siswanya. Namun sebenarnya bukan ini saja, ada juga wali murid memindah anaknya karena sudah tidak cocok dengan sistem sekolah yang dulu dipercayainya.

Perekonomian masyarakat tidak dapat dilepaskan dari ruang lingkup Pendidikan yang ada dalam lingkup masyarakat tersebut. Perekonomian yang dibangun pasti beriring dengan tingkat Pendidikan. Termasuk juga ketahanan hidup (survival) Pendidikan tidak boleh mengabaikan pembacaan secara cermat terhadap perekonomian masyakat sekitar. Pendidikan disuatu tempat adalah cermin kondisi ekonomi masyarakat setempat. Kegagalan Pendidikan dalam membaca perkembangan perekonomian masyarakat, berarti juga kegagalan membentuk peradaban dan membentuk kualitas Pendidikan. Biasanya sekolah-sekolah takut mengukur kemampuan perekonomian masyarakat untuk menentukan biaya sekolah. Biasanya sekolah-sekolah menekan biaya Pendidikan bahkan sampai menggratiskan biaya Pendidikan tanpa memperhatikan perekonomian masyarakat sekitar. Untuk memajukan Pendidikan kita juga harus mempertimbangkan BEP (Break Even Point). Break even poin harus bisa berkorelasi dengan kemampuan masyarakat sekitar sekolah atau masyarakat sasaran pasar sekolah supaya sekolah bisa mengukur penentuan biaya Pendidikan yang akan ditetapkan oleh sekolah tersebut.

Persoalan biaya sekolah seringkali menjadi permasalah yang pelik, dan hal ini membutuhkan ilmu khusus untuk proses penyelesaiannya. Hal ini biasanya berhubungan langsung dengan biaya yang akan ditentukan sekolah kepada pasar Pendidikan. Jika kita salah menentukan biaya Pendidikan maka akan berdampak pada sekolah kita. Seperti contoh, ketika kita terlalu tinggi menentukan biaya Pendidikan dan tidak berimbang dengan perekonomian masyarakat yang ada atau masyarakat pasar Pendidikan kita makan konsekuensinya yang mendaftar akan sedikit. Namun jika kita terlalu rendah menentukan biaya Pendidikan maka bisa jadi sekolah kita menjadi korban atau mengalami kebangkrutan. Hal ini biasanya tejadi pada sekolah-sekolah swasta. Mengingat sekolah swasta merupakan sekolah yang mandiri dalam kegiatan pembangunan sekolah. Namun hal ini juga bisa diterapkan di sekolah-sekolah negeri. Pada dasarnya untuk membangun sebuah sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kita berpusat pada sekolah gratis tentunya kita akan sulit untuk membangun sekolah tersebut. Namun, hal ini tentunya sangat sulit diterapkan pada sekolah negeri karena akan berbenturan dengan peraturan dan kebijakan pemerintah.

Perdebatan mahal murahnya sumbangan Pendidikan dari masyarakat sasaran pasar Pendidikan, seringkali dinilai dari masyarat pasar Pendidikan semata. Padahal, sekolah memiliki kebutuhan yang tidak sedikit untuk mengembangkan diri menjadi sekolah yang unggul. Di dalam sekolah unggul, tuntutan atau ekspektasi dari pelanggan (customer) sering begitu tinggi. Masyarakat sasaran pasar Pendidikan selalu menginginkan hal yang sempurna. Namun saat diajak untuk berpartisipasi membangun sekolah melalui biaya Pendidikan seringkali merasa keberatan.

Dalam hal ini ada sektor khusus yang sangat berpengaruh, yaitu manajemen keuangan sekolah. Manajemen keuangan sekolah merupakan sektor penting dalam pengembangan sekolah, karena berhubungan dengan pembiayaan sekolah. Namun selain itu ada aspek penting lain yaitu aspek komunikasi. Sering sekolah sudah terlanjur besar lalu menganggap mudah aspek komunikasi ini. Di beberapa tempat komunikasi dianggap sebagai kendala, biasanya sekolah takut dikorek informasi kaitan keterbukaan keuangan sekolah atau hal lainnya yang berkaitan keuangan. Banyak sekolah tidak mau ribet dan mengambil titik aman. Bahkan ada yang takut di kritisi wali murid kaitan keuangan sekolah. Sebanyak apapun kekhawatiran sekolah untuk melakukan komunikasi kepada wali murid kaitan dengan keuangan, tidak akan menyelesaikan masalah yang dibiarkan atau yang disimpan. Langkah terbaik adalah sekolah mengambil keberanian untuk melakukan keterbukaan terhadap wali murid.  Seringkali sekolah menganggap murid dan wali murid adalah pengguna jasa sementara. Padahal mereka adalah bagian dari keluarga sekolah. Hal ini sesuai dengan konsep yang dibangun oleh tokoh Pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Dalam hal ini kaitan hal yang berkaitan sekolah adalah tanggungjawab bersama keluarga sekolah, dan wali murid merupakan bagian dari keluarga sekolah. Maka sekolah harus melibatkan wali murid dalam menentukan kebijakan sekolah, salah satunya kebijakan tentang keuangan atau penentuan pembiayaan sekolah. Dengan demikian kebijakan sekolah akan lebih optimal dan dapat meminimalisir protes atau ketidak puasan dari wali murid. Dengan demikian kemajuan sekolah akan bisa difikirkan bersama antara manajemen sekolah dengan wali murid sebagai keluarga sekolah.

Dalam hal ini kita tidak boleh mengesampingkan kondisi dan latar belakang wali murid yang dalam hal ini kita bisa menyebutnya masyakat sasaran pasar sekolah. Kita mengetahui bersama setiap sekolah pasti memiliki wali murid yang memiliki latang belakang dan tingkat perekonomian yang beragam. Dengan demikian manajeman sekolah harus memahami betul kondisi perekonomian masyarakat pasar Pendidikan. Dengan demikian manajemen sekolah dituntut untuk sekreatif mungkin dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan keuangan sekolah supaya tidak mengganggu kesetabilan keuangan sekolah ataupun juga tidak terganggu dengan kondisi perekonomian masyarakat sasaran Pendidikan. Salah satu ide kreatif sekolah adalah membentuk komunitas keluarga sekolah. Komunitas ini memiliki nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebut paguyuban, ada yang menamai dengan parent teacher association, ada juga yang membuat nama keluarga sekolahku. Semua tergantung kreatif sekolah masing-masing untuk mewadahi wali murid dalam keikut sertaan membangun sekolah.

Ada hal yang harus digaris bawahi. Kadang sekolah sudah membentuk komunitas tersebut. Namun, banyak sekolah yang belum bisa mengoptimalkan adanya komunitas keluarga sekolah, sehingga terjadi kevakuman setelah dibentuk. Jalinan komunikasi terputus dan beberapa hal lainnya sehingga roda kerjasama tidak berjalan dengan mulus.

Membuat Komunitas keluarga sekolah adalah salah satu cara sekolah untuk perekonomian masyarakat sasaran pendidikan. Selain itu sekolah bisa malakukan metode lain untuk mencari tahu dan memahami kondisi perekonomian dari masyarakat sasaran pendidikan tersebut. Sekolah bisa terjun langsung dan menggali informasi secara detail dari masyarakat sasaran pendidikan tersebut. Dengan sekolah mengetahui secara detail kondisi perekonomian masyarakan sasaran pendidikan, sekolah akan lebih mudah membuat kebijakan yang berkaitan biaya pendidikan. Kuncinya jika sekolah mampu memiliki dana segar yang mencukupi, sekolah akan mudah membangun infrastuktur dan juga membangun sumber daya manusia yang ada. Semakin banyak dana tersedia, sekolah akan lebih sukses.

Jumat, 20 Januari 2023

KUMPULAN PUISI SAAT COVID-19

 KUMPULAN PUISI SAAT COVID-19

OLEH : Mustafa Kamal Ali


Jangan Lihat Kami Menangis

 

Jika kau sayang kami biarkan kami tersenyum

Jika kau sayang kami biarkan kami bisa bersama orang yang kami sayangi

Jika kau sayang kami biarkan kami sehat

Jika kau sayang kami tetaplah di rumah tuk kebaikan bersama

Demi mereka yang sudah yang sudah berjuang

Berjuang melawan musuh yang tak nampak

Demi mereka yang sudah mati-matian berjuang untuk kita

Demi mereka yang rela meninggalkan anak istrinya demi kita

Tolong sahabatku bantulah mereka

Mereka tulus berjuang untuk kita

Jangan biarkan airmata makin bertambah

Ini semua demi kita

Demi kehidupan kita semua

Aku sangat berharap kita hapus ego kita

Aku sangat berharap negeriku tersenyum kembali

Aku sangat berharap bisa melihat senyum wajah negeriku kembali

Jangan Lihat Kami menangis wahai sobat

Jika kau lihat tangisan kami

Mungkin kau baru sadar kami butuh sadarmu

Sungguh kami tak butuh egomu

Lihatlah dengan mata hatimu yang terdalam

Rasakan dengan hatimu yang terdalam

Betapa sedihnya kami dengan ujian Tuhan ini

Apa kau tetap egois dengan segala egomu

Kalau boleh aku minta

Tolong hapus egomu

Jangan lihat tangisan kami

Jika kau bahagia lihat tangis kami

Sungguh engkau orang yang tak berhati

 

                                                Pati, Maret 2020

 

 

Demi Mereka Yang Berjuang

 

Jika ini waktu yang paling berharga

Ulurkan tanganmu untuk mereka

Ini waktu yang tepat tuk mengulurkan tangan kita untuk mereka

Mereka yang sedih ditinggalkan keluarga mereka

Mereka yang punya keluarga yang tak boleh bersanding dan bercengkrama

Demi mereka yang di ruang hampa

Demi mereka yang rela berkorban dan berjuang disana

Jangan tutup mata dan telinga

Hati dan jiwamu dengar jerit tangis mereka

Tangis si anak yang terseduh-seduh karena ditinggal bapak ibunya

Demi mereka yang berikan uluran tangan yang tulus

Tak harus dengan harta kau bantu mereka

Cukup kau ringankan beban mereka yang berjuang

Perjuangan mereka sangat berat

Bukan senapan yang didepan mereka

Buka meriam yang akan bunuh mereka

Namun makhluk kecil yang tak mereka lihat

Yang akan membunuh mereka, aku, dan kamu

 

                                                            Pati, Maret 2020

 

Tanggalkan Ego Demi Raga Yang Lain

 

Demi mereka yang masih berpijak di bumi ini

Demi mereka yang terbaring

Demi mereka yang mulai melangkahkan kaki

Demi mereka yang mungil belum tahu apa-apa

Demi mereka yang berjuang

Demi raga yang lain

Demi jiwa-jiwa yang ada

Ku mohon Tuan

Biarkan mereka tersenyum

Kuburlah egomu dalam-dalam

Ini bukan untuk aku

Ini untuk mereka yang berpija di bumi pertiwi

Ku mohon tuan tetap di rumah

Lihat mereka yang tak dapat lagi lihat keluarganya

Lihat mereka yang hanya bisa menatap foto orang terkasih mereka

Ku mohon tuan

Seribu kali ku mohon

Tanggalkan egomu

Demi raga yang lain

 

                                                Pati, Maret 2020

 

Senyuman Dibalik Jendela

 

Biarlah raga kita tak jumpa

Tapi hati kita bertemu

Biarlah mata ini tak lihat wajahmu

Tapi bayangmu cukup jelas disanubariku

Kita berada dalam ruang dan watu

Demi kita bisa bersatu

Biarlah aku tersenyum dibalik jendela ini

Demi ragamu tetap abadi

Senyum manis itu masih teringat jelas

Aku tak akan menghapusnya

Aku akan menyimpannya

Demi kita bisa jumpa

Biarlah airmata ini menjadi penghibu wajah merindu

Hanya do’a yang menjadi selimut hidup ini

Menemani senyuman dibalik jendela

 

                                    Pati, Maret 2020

Kamis, 19 Januari 2023

KUMPULAN SOAL UJIAN BAHASA INDONESIA SD

 KUMPULAN SOAL UJIAN BAHASA INDONESIA PAKET  A DAN B

 

A.    PILIHAN GANDA

 

1.     Setiap hari Minggu saya senang bermain di taman. Di sana saya melihat berbagai macam tumbuhan  semak . Seperti halnya tumbuhan beluntas, tumbuhan ini merupakan tumbuhan perdu yang unik dan banyak manfaatnya.

Makna kata semak pada paragraf diatas adalah …

A.    kelompok pohon yangliar dan berkayu.

B.    tumbuhan liar yang pendek dan banyak jenisnya.

C.    tumbuhan yang hidup sendiri tanpa bantuan manusia.

D.    tumbuhan kecil hanya cabang utamanya yang berkayu.

 

Kunci jawaban : D

Pembahasan     : menurut KBBI semak artinya tumbuhan seperti perdu tetapi lebih kecil dan rendahhanya cabang utamanya yang berkayu

 

2.     Tumbuhan beluntas termasuk tumbuhan liar yang banyak manfaatnya.

Antonim dari kata liar pada kalimat di atas adalah…

A.    beracun

B.    bahaya

C.    jinak

D.    buas

 

Kunci jawaban : C

Pembahasan      : dalam KBBI kata liar berarti tidak ada yang memelihara

Jadi jawaban yang tepat terdapat pada pilihan  C

 

3.     Kelelawar merupakan hewan yang mampu mengeluarkan dan menangkap gelombang ultrasonic. Hal ini digunakan kelelawar untuk berburu mencari makan di malam hari. Selain itu kelelawar juga memiliki ciri tidur pada sang hari.

Bagaimana cara kelelawar mencari makanan?

A.    Dengan menggunakan kemampuan ultrasonic

B.    Kelelawar  tidur di siang hari

C.    Dengan berburu di kegelapan

D.    Kelelawar menangkap serangga

 

Kunci jawaban : A

Pembahasan      ; kelelawar memiliki kemampuan mengeluarkan dan menangkap gelombang ultrasonic untuk mendeteksi makanannya

 

4.      Sudah dua hari Udin mengikuti latihan futsal. Karena kurang istirahat, Udin demam dan harus minum obat. Menurut informasi dari dokter, agar Udin segera sembuh selain istirahat Udin harus minum obat deman sesuai resep dari dokter, yaitu minum sirup pereda deman 3 kali sehari satu sendok.

 Kalimat yang mengandung informasi pada paragraf di atas adalah….

A.    Sudah dua hari Udin mengikuti latihan futsal

B.    Udin demam dan harus minum obat

C.    Udin harus minum obat sesuai resep dokter

D.    Minum sirup pereda demam 3 kali sehari satu sendok

 

Kunci jawaban  ; D

Pembahasan      ; kalimat yang mengandung informasi yang diinginkan pada paragraph adalah terletak pada kalimat terakhir yaitu minum sirup pereda demam 3 kali sehari satu sendok

 

5.     Buaya termasuk hewan buas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Buaya akan membuat sarang bagi telur hewan lainnya. Buaya-buaya itu ingin membuat liang untuk menyimpan dan mencegah predator yang ingin memakan telur mereka. Jumlah telur yang akan buaya simpan bergantung pada spesiesnya, lokasi mereka dan ukuran mereka.

 

Kalimat yang tidak padu pada paragraf di atas adalah….

A.    Buaya termasuk hewan buas yang berkembang biak dengan cara bertelur

B.    Buaya akan membuat sarang bagi telur hewan lainnya

C.    Buaya- buaya itu ingin membuat liang untuk menyimpan dan mencegah predator

D.    Jumlah telur yang akan buaya simpan tergantung pada spesiesnya

 

Kunci jawaban : B

Pembahasan : kalimat buaya akan membuat sarang bagi telur hewan lainnya, tidak padu dengan kalimat sebelum dan sesudahnya.


Untuk mendapatkan soal lengkapnya klik link berikut:

MENGENAL SEKOLAH CERDAS (SEKOLAH CERIA, DAMAI, SIAGA)

 Oleh : Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Sekolah Cerdas merupakan sekolah yang didesain khusus untuk menciptakan perdamaian dunia. Melihat sekarang ini banyak sekali temuan temuan yang sangat memprihatinkan untuk kelangsungan perdamaian dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Hal ini disebabkan karena sifat egoisme setiap individu dan mementingkan kepentingan kelompok yang semakin merambah di setiap kalangan.

Setelah hadirnya Sekolah Cerdas diharapkan akan menjadi obat atas masalah-masalah yang ada saat ini. Didalam Sekolah Cerdas akan diajarkan cara hidup berdamai baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Didalam Sekolah Cerdas kita akan diajarkan 12 nilai perdamaian dan cara-cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Sehingga setelah mempelajari beberapa materi Sekolah Cerdas siswa nantinya dapat menjadi duta perdamaian baik bagi dirinya dan bagi dunia, serta menjadi insan yang siap siaga dalam menghadapi setiap bencana.

Setelah pertamakali mendapatkan materi tentang sekolah cerdas, siswa mulai mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya konflik. Seperti hanya kegiatan pembulian yang sering terjadi dikalangan anak-anak sekolah. Sekarang mereka menjadi tahu bagaimana dampak negatif atas kegiatan pembulian yang mereka sering lakukan. Selain itu anak juga akan sadar akan segala kelebihan yang mereka miliki dapat digunakan untuk menutupi kekurangan yang mereka miliki.

Saling memahami dan selalu berbaik sangka dengan sesama merupakan hasil dari mempelajari materi-materi sekolah cerdas. Sehingga peluang terjadinya konflik akan tertepis. Dikuatkan dengan teknik tabayun yang menjadikan mereka bisa berkomunikasi secara positif untuk mewujudkan perdamaian.

Siapa saja yang menjadi pendorong tercapainya tujuan sekolah cerdas? Yang menjadi pendorong terwujudnya sekolah cerdas yang pertama adalah pimpinan sekolah dan dewan guru yang mengajar disana. Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang guru itu harus bisa ingngarso sungtulodho yang artinya seorang guru harus bisa memberi contoh kepada para siswanya. Selain itu  hubungan sosial antara pimpinan sekolah, guru dan para siswa merupakan hal mendasar dalam mewujudkan tujuan sekolah cerdas.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat suasana sekolah yang menyenangkan dan menghilangkan prasangka-prasangka buruk kepada sesama.  Menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama serta selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin agar tidak menimbulkan masalah baru.

Perubahan dalam hidup menjadi lebih baik adalah suatuhal yang terpenting dalam hidup. Karema manusia dilahirkan dari hal yang awalnya tidak mengerti apa-apa. Dengan bertambahnya pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang maka seyogyanya orang tersebut akan menjadi baik.

Hal ini terbukti setelah saya ajarkan beberapa pengetahuan tentang bagaimana berdamai dengan diri dan orang lain anak-anak menjadi lebih baik. Mereka semakin baik saat bekerja sama dengan teman dan yang membanggakan lagi anak-anak semakin akrap dan terlihat senang bersama teman-temannya. Tingkat pembulian antar siswapun semakin berkurang, yang awalnya suka saling mengejek kini semakin jarang terdengar merekan saling mengejek.

Saya selaku pribadi sangat berharap terwujudnya sekolah yang penuh perdamaian, terhindar dari kekerasan baik fisik maupun nonfisik itu terwujud diseluruh dunia. Sehingga anak-anak akan terlihan ceria dalam menikmati masa-masa hidup mereka. Selain itu anak-anak juga terbekali bagaimana menghadapi bencana yang kapan saja mengintai dan mendatangi mereka.

Rabu, 18 Januari 2023

BUKU ADMINISTRASI KELAS



        BERIKUT BUKU-BUKU ADMINISTRASI KELAS

Notulen Rapat
Notulen KKG
Buku Penerimaan Raport
Buku Pengembalian Raport
Buku BP/ konseling
Buku Kunjungan ke Wali Murid
Daftar Inventaris Kelas
Buku Keuangan
Buku Tugas Kusus Guru
Buku Tugas Kusus Siswa
Buku Tamu Dinas
Buku Tamu Umum
Buku Paguyuban
Buku Klaper
Buku Supervisi KS
Data Prestasi Siswa
Daftar Peminjaman/Pengembalian Buku Pelajaran
Buku Remang Kenaikan Kelas
Buku Daftar Hadir Rapat
Buku Kasus
Buku Kunjungan
Buku KKM
Buku Siswa Asuh Sebaya (SAS)
Buku Kegiatan Ekskul


      Untuk mengunduh silahkan klik link berikut:


Senin, 16 Januari 2023

MERDEKA BELAJAR UNTUK KEBAHAGIAAN BELAJAR

Siapa yang tidak ingin bahagia? 

Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan hidup manusia. Kita hidup didunia ini salahsatu capaiannya adalah mendapatkan kebahagiaan. Selain hidup didunia tentunya kita berharap akan mendapatkan kebahagiaan dikehidupan mendatang.

Pendidikan merupakan alat untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Pendidikan yang berkualitas akan mencerminkan masyarakat yang maju, damai dan mengarah pada sifat-sifat yang kontruktif (Membangun). Pada saat ini pemerintah sedang mencanangkan program "Merdeka Belajar".  Melalui program ini harapannya dapat mendongkrak pendidikan Indonesia untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Konsep merdeka belajar ini adalah menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu. Merdeka belajar ini bertujuan supaya para guru, peserta didik . serta orang tua bisa mendapat suasana bahagia saat belajar dengan menciptakan suasana yang membahagiakan. Dalam konsep ini sesuai dengan pandangan tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara. Beliau mengatakan " Pendidkan yaitu tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak , Maksudnya pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya". 

Dengan demikian pembelajaran yang menyenangkan akan menggairahkan peserta didik dan membuat mereka ingin mempelajari dunia dan seisinya. Keinginan mempelajari dunia akan menimbulkan pertanyaan serta gagasan. Pertanyaan dan gagasan tersebut akan berkembang menjadi ilmu pengetahuan jika dapat dibuktikan, hingga pada akhirnya dapat diyakini kebenarannya.  

Langkah-langkah merdeka belajar untuk kebahagian peserta didik, sebagai berikut :

  1.  Memahami sifat yang dimiliki peserta didik : Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi, kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap atau berpikir kritis dan kreatif.
  2. Mengenal peserta didik secara perorangan : Peserta didik berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda, perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Memanfaatkan perilaku peserta didik dalam pengorganisasian belajar : Sebagai makhluk sosial, sejatinya seorang anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, peserta didik dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok.
  4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah : Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Semuanya berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang ada sejak lahir, oleh karena itu tugas guru adalah mengembangkannya.
  5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik : Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam merdeka belajar. Hasil pekerjaan peserta didik sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, diharapkan memotivasi peserta didik untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi yang lainnya.
  6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar : Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar peserta didik karena lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar).
  7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar : Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada peserta didik merupakan salah satu bentuk interaksi keduanya dan  hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan peserta didik. 
  8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental : Aktifitas mental lebih diinginkan daripada aktifitas fisik. Seperti sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktifitas mental, oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.
Strategi pembelajaran yang memerdekakan, menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna dan proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk mendengarkan pertanyaan atau pandangan siswa. Aktivitas belajar lebih menekankan pada keterampilan berpikir kritis, analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis.

Mengajar dengan nuansa yang nyaman akan lebih menyenangkan bagi guru maupun peserta didik. Pembelajaran akan lebih nyaman, jika peserta didk dapat berdiskusi lebih dengan gurunya serta dapat belajar di luar kelas, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem ranking karena setiap peserta didik memiliki.