KUMPULAN PUISI SAAT COVID-19
OLEH : Mustafa Kamal Ali
Jangan Lihat Kami Menangis
Jika kau sayang kami biarkan kami tersenyum
Jika kau sayang kami biarkan kami bisa bersama orang yang kami sayangi
Jika kau sayang kami biarkan kami sehat
Jika kau sayang kami tetaplah di rumah tuk kebaikan bersama
Demi mereka yang sudah yang sudah berjuang
Berjuang melawan musuh yang tak nampak
Demi mereka yang sudah mati-matian berjuang untuk kita
Demi mereka yang rela meninggalkan anak istrinya demi kita
Tolong sahabatku bantulah mereka
Mereka tulus berjuang untuk kita
Jangan biarkan airmata makin bertambah
Ini semua demi kita
Demi kehidupan kita semua
Aku sangat berharap kita hapus ego kita
Aku sangat berharap negeriku tersenyum kembali
Aku sangat berharap bisa melihat senyum wajah negeriku kembali
Jangan Lihat Kami menangis wahai sobat
Jika kau lihat tangisan kami
Mungkin kau baru sadar kami butuh sadarmu
Sungguh kami tak butuh egomu
Lihatlah dengan mata hatimu yang terdalam
Rasakan dengan hatimu yang terdalam
Betapa sedihnya kami dengan ujian Tuhan ini
Apa kau tetap egois dengan segala egomu
Kalau boleh aku minta
Tolong hapus egomu
Jangan lihat tangisan kami
Jika kau bahagia lihat tangis kami
Sungguh engkau orang yang tak berhati
Pati,
Maret 2020
Demi Mereka Yang Berjuang
Jika ini waktu yang paling berharga
Ulurkan tanganmu untuk mereka
Ini waktu yang tepat tuk mengulurkan tangan kita untuk mereka
Mereka yang sedih ditinggalkan keluarga mereka
Mereka yang punya keluarga yang tak boleh bersanding dan bercengkrama
Demi mereka yang di ruang hampa
Demi mereka yang rela berkorban dan berjuang disana
Jangan tutup mata dan telinga
Hati dan jiwamu dengar jerit tangis mereka
Tangis si anak yang terseduh-seduh karena ditinggal bapak ibunya
Demi mereka yang berikan uluran tangan yang tulus
Tak harus dengan harta kau bantu mereka
Cukup kau ringankan beban mereka yang berjuang
Perjuangan mereka sangat berat
Bukan senapan yang didepan mereka
Buka meriam yang akan bunuh mereka
Namun makhluk kecil yang tak mereka lihat
Yang akan membunuh mereka, aku, dan kamu
Pati,
Maret 2020
Tanggalkan Ego Demi Raga Yang Lain
Demi mereka yang masih berpijak di bumi ini
Demi mereka yang terbaring
Demi mereka yang mulai melangkahkan kaki
Demi mereka yang mungil belum tahu apa-apa
Demi mereka yang berjuang
Demi raga yang lain
Demi jiwa-jiwa yang ada
Ku mohon Tuan
Biarkan mereka tersenyum
Kuburlah egomu dalam-dalam
Ini bukan untuk aku
Ini untuk mereka yang berpija di bumi pertiwi
Ku mohon tuan tetap di rumah
Lihat mereka yang tak dapat lagi lihat keluarganya
Lihat mereka yang hanya bisa menatap foto orang terkasih mereka
Ku mohon tuan
Seribu kali ku mohon
Tanggalkan egomu
Demi raga yang lain
Pati,
Maret 2020
Senyuman Dibalik Jendela
Biarlah raga kita tak jumpa
Tapi hati kita bertemu
Biarlah mata ini tak lihat wajahmu
Tapi bayangmu cukup jelas disanubariku
Kita berada dalam ruang dan watu
Demi kita bisa bersatu
Biarlah aku tersenyum dibalik jendela ini
Demi ragamu tetap abadi
Senyum manis itu masih teringat jelas
Aku tak akan menghapusnya
Aku akan menyimpannya
Demi kita bisa jumpa
Biarlah airmata ini menjadi penghibu wajah merindu
Hanya do’a yang menjadi selimut hidup ini
Menemani senyuman dibalik jendela
Pati,
Maret 2020








0 comments:
Posting Komentar