Jumat, 10 Februari 2023

MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

 Oleh : Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Di dunia pendidikan, guru merupakan ujung tombak dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Hal ini dikarenakan gurulah yang berhubungan langsung dengan siswa. Dikatakan pendidikan itu berhasil ketika siswanya berhasil mencapai target yang sudah ditentukan. Untuk mewujudkan tujuan yang sudah ditetapkan itu, tentu guru memiliki cara dan peran sendiri-sendiri. Kadang ada yang memilih menjadi guru yang ditakuti, ada juga yang menjadi guru yang dirindukan.

Memilih mana, guru yang dirindukan atau guru yang ditakuti?

Dulu kita memandang guru adalah sosok yang ditakuti. Selain itu juga guru merupakan sosok yang galak suka marah, suka menghukum, dan lain sebagainya. Terlintas di pikiran bahwa guru adalah orang yang paling kita takuti di sekolah. Hal ini kita jumpai saat kita menemui guru galak atau guru kiler. Apakah harus demikian seorang guru? “Jawabannya tentu tidak”. Guru galak atau kiler mungkin itu saat kita memandang dari sudut pandang tertentu. Sebenarnya guru galak itu kembali kepada siswanya. Namun juga ada karena kebiasaan yang dilakukan seorang guru, membuat siswa malah takut. Ketika tidak ada guru tersebut siswa merasa legah tenang dan tidak was-was. Namun dulu juga kita dapati guru yang humoris, guru yang penyabar, guru yang berwibawah. Namun kita akan rindu dengan semuanya saat kita sudah tidak berjumpa lagi. Sekarang kita coba menggali tentang guru, Sebenarnya siapa guru itu?

Guru merupakan pendidik, pembimbing, pelatih, dan pengajar atau orang menyalurkan ilmunya kepada siswa. Banyak orang menganggap guru adalah orang yang hanya mengajar dan menyampaikan materi di sekolah. Sehingga banyak orang yang salah penafsiran tentang guru. Selain selain itu dari guru pun ada yang berpandangan bahwa guru adalah hanya sebagai penyampai materi di kelas. Hal ini terbukti bahwasannya banyak guru yang beranggapan yang penting materi di buku diajarkan dan memberikan nilai kepada siswa. Selain itu banyak juga pada saat menyampaikan materi ajar di dalam kelas menganggap siswa itu anak yang tidak tahu apa-apa, kemudian hanya dibacakan materi di buku dan siswa hanya mendengarkan ocehan guru di depan kelas. Ketika ada siswa bicara langsung ditegur, siswa disuruh duduk rapi diam tidak boleh tengak-tengok harus menghadap ke depan. Sehingga suasana kelas tidak membuat siswa nyaman serasa berada di sebuah penjara.

Hal ini akan membuat siswa sangat bosan dan tidak memperhatikan guru saat menjelaskan. Hal tersebut mengakibatkan adanya gep antara guru dan siswa. Keadaan yang demikian ini membuat siswa menjadi jauh dengan guru dan menjadi tidak terbuka saat ada suatu permasalahan yang dihadapi oleh siswa terutama dalam hal pembelajaran. Selain itu siswa menjadi tidak berani menyampaikan apa yang mereka pendam sehingga mengakibatkan masalah-masalah yang dimiliki siswa baik dalam bidang kognitif dan afektif. Hal tersebut mengakibatkan kemampuan yang dimiliki siswa tidak tereksplor. Dampak dari semua itu dapat mempengaruhi kemampuan siswa baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Perlunya menjadi guru yang aktif, kreatif, dan bersahabat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan saat ini, dimasa perkembangan industri digital yang semakit memuncak ini mengharuskan kita lebih ekstra berjuang untuk bersaing dengan negara lain dalam bidang pendidikan. Selain itu, tantangan menghadapi siswa pun semakin beragam. Tentunya kita harus lebih profesional dalam menghadapi segala tantangan di masa ini.

Perlunya guru yang mampu mendalami dunia siswa atau bisa disebut guru kekinian serta dalam istilah kerennya adalah guru jaman now. Label guru jaman now ini tentu dituntut untuk menguasai IT dengan baik supaya tidak ketinggalan jaman. Selain itu banyak siswa sekarang yang menggunakan media IT untuk bersosialisasi, tentu kita harus bisa mengimbangi perkembangan siswa. Dengan media yang berbasis IT, kita bisa lebih dekat dengan siswa kita. Serasa tak ada penghalang untuk berkomunikasi yang positif ketika di luar proses pembelajaran. Dengan kita memahami dunia siswa, kita akan mudah memantau dan mengarahkan serta memudahkan para siswa untuk berkomunikasi kepada kita. Bagaimanapun guru merupakan orang tua bagi siswa. Sikap keterbukaan pada guru akan membuat siswa semakin nyaman dan menganggap guru sebagai sahabat, sebagai teman berbagi, sebagai contoh dan teladan, serta menjadi pembimbing yang baik. Kalau istilah sekarang sering disebut dengansistem among. Kondisi nyaman ini akan menghasilkan komunikasi yang positif antara guru dan siswa. Dengan demikian masalah siswa akan bisa terselesaikan sedikit demi sedikit.

Selain itu, dimasa sekarang guru itu anti kekerasan. Say no to bullying. Pembelajaran akan lebih nyaman dan bermakna tanpa ada kekerasan fisik maupun psikis. Siswa akan lebih nyaman dan ceria saat menerima pembelajran yang kita sampaikan. Banyak orang yang mengeluh karena siswa susah diatur dan suka mondar-mandir sendiri. Kita dapat mengatasinya dengan menciptakan iklim belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Ketika siswa antusias maka siswa akan berekspresi yang positif dan lebi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Mereka akan melakukan kegiatan yang baik sesuai arahan kita. Jika suasana membosankan maka cenderung siswa akan bertindak seenaknya sendiri.

Oleh karena itu, marilah kita bersama menjadi guru yang aktif, kreatif, dan bersahabat dengan siswa (atau menjadi guru among). Jadi guru kekinian yang tidak ketinggalan jaman. Jadi guru jaman now yang positif. Mari bersama-sama melawan kekerasan terhadap anak. Ajarkan pada siswa-siswi kita perdamaian dan rasa saling menghargai. Sesuai dengan selogan pendidikan yang di cetuskan oleh Ki Hajar Dewantara “ Ing ngarso sung tuladha, Ing madyo mangun karso, Tutwuri handayani”.

Saat kita mampu menjadi seorang guru yang bias menjadi teladan baik bagi siswa, selalu memberikan semangat dan penguatan positif kepada siswa akan membuat kita terkenang didalam disi siswa kita. Kita akan selalu dirindukan ketika kita tidak ada. Menjadi guru yang dirindukan bukanlah hal yang mudah. Namun jika kita bias memahami siswa pasti kita akan bias mendapatkan hatinya. Disitulah guru akan menjadi guru yang dirindukan. Saat menjadi guru yang dirindukan siswanya, seorang guru tidak boleh lengah, namun harus terus berkarya, belajar, dan selalu berinovasi. Hal ini perlu melakukan kolaborasi dengan teman guru atau dengan pihak lain yang sifatnya mendukung. Perlu dingat oleh seorang guru, jadikan siswa kita sesuai kodratnya, mereka berhak bahagia dan berhak mendapatkan kemerdekaan saat belajar.

0 comments:

Posting Komentar