Persiapan Emosional dan Sosial Anak Masuk Sekolah Dasar
Memasuki
sekolah dasar merupakan transisi penting bagi anak. Dari lingkungan bermain
yang bebas, kini mereka dihadapkan pada struktur belajar yang lebih formal. Tak
jarang, hal ini menimbulkan rasa cemas dan tidak siap pada anak. Oleh karena
itu, persiapan matang sangatlah penting, terutama dalam aspek emosional dan
sosial.
Menurut
Dr. Seto Mulyadi psikolog anak ternama Indonesia, persiapan emosional dan
sosial perlu dilakukan sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan
anak pada rutinitas, seperti bangun pagi, sarapan, dan berpakaian rapi. Orang
tua juga perlu membangun rasa percaya diri anak dengan memberikan pujian dan
dorongan atas pencapaian mereka.
Selain
itu, penting untuk mengenalkan anak pada lingkungan sekolah. Orang tua dapat
mengajak anak mengunjungi sekolah, bermain di taman sekolah, atau mengikuti
kegiatan orientasi sekolah. Hal ini akan membantu anak merasa lebih familiar
dan nyaman dengan lingkungan barunya.
Di dalam Buku berjudul "Menjadi Orang Tua Hebat” karya Poppy Amalya juga menekankan
pentingnya persiapan sosial bagi anak Orang tua perlu membiasakan anak untuk
bersosialisasi dengan teman sebaya, baik melalui bermain bersama, mengikuti
kegiatan ekstrakurikuler, maupun mengikuti komunitas anak. Hal ini akan
membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan menyelesaikan
masalah.
Berikut
beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan secara emosional dan sosial bagi
anak yang akan masuk sekolah dasar:
- Membangun
rasa percaya diri:
Berikan pujian dan dorongan atas pencapaian anak, ajak anak untuk berlatih
menyelesaikan tugas secara mandiri, dan ciptakan lingkungan yang aman dan
suportif bagi anak.
- Membiasakan
rutinitas:
Bangun pagi, sarapan, berpakaian rapi, dan menyelesaikan tugas tepat
waktu.
- Mengenalkan
lingkungan sekolah:
Ajak anak mengunjungi sekolah, bermain di taman sekolah, atau mengikuti
kegiatan orientasi sekolah.
- Meningkatkan
kemampuan bersosialisasi: Ajak anak bermain bersama teman sebaya, mengikuti
kegiatan ekstrakurikuler, atau mengikuti komunitas anak.
- Melatih
kemandirian:
Ajarkan anak untuk menyelesaikan kebutuhannya sendiri, seperti makan,
mandi, dan berpakaian.
- Membangun
komunikasi yang terbuka: Dengarkan dengan seksama apa yang anak rasakan dan
bicarakan, berikan solusi dan saran dengan cara yang positif.
Dengan
persiapan yang matang, anak akan lebih siap menghadapi transisi ke sekolah
dasar dan menjalani proses belajar mengajar dengan lebih optimal.
Perlu
diingat bahwa setiap anak memiliki karakter dan kecepatan belajar yang berbeda.
Orang tua perlu memahami karakter anak dan menyesuaikan strategi persiapannya.








0 comments:
Posting Komentar