Mengenal Kurikulum Sekolah dan Penerapan Secara Efektif di Sekolah Dasar
Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Kurikulum merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan yang menjadi
acuan penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Memahami seluk-beluk kurikulum,
mulai dari pengertian, asal mulanya, hingga penerapannya yang efektif, menjadi
kunci bagi tercapainya tujuan pendidikan yang optimal, khususnya di jenjang
Sekolah Dasar (SD).
Pengertian Kurikulum
Secara harfiah, kurikulum berasal dari bahasa Yunani
"curiculum" yang berarti lintasan atau medan perlombaan. Dalam
konteks pendidikan, kurikulum diartikan sebagai serangkaian mata pelajaran dan
pengalaman belajar yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Kurikulum menjadi panduan bagi guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran di kelas, serta menentukan arah dan cakupan materi yang
akan diajarkan kepada peserta didik.
Asal Mula Kurikulum
Konsep kurikulum telah ada sejak zaman dahulu, mulai dari sistem
pendidikan di Yunani Kuno hingga perkembangannya di era modern. Pada awalnya,
kurikulum hanya berfokus pada pengembangan kemampuan dasar seperti membaca,
menulis, dan berhitung. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan
masyarakat, kurikulum terus mengalami perubahan dan pembaharuan untuk
mengakomodasi berbagai aspek pendidikan, termasuk kecakapan hidup, karakter,
dan nilai-nilai budaya.
Kurikulum Menurut Para Ahli
Beberapa ahli pendidikan mendefinisikan kurikulum dengan sudut pandang
yang berbeda. Menurut Tyler (1978), kurikulum adalah seperangkat pengalaman
belajar yang direncanakan dan disediakan oleh sekolah untuk membantu peserta
didik mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara itu, Saylor, Alexander,
dan Bellack (1974) memandang kurikulum sebagai suatu rancangan yang disengaja
dan sistematis yang berisi serangkaian pengalaman belajar yang disediakan oleh
sekolah untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan.
Penerapan Kurikulum Sekolah yang Efektif
Penerapan kurikulum yang efektif di sekolah tidak hanya bergantung pada
kelengkapan materi dan metode pembelajaran, tetapi juga melibatkan berbagai
faktor lain seperti:
- Keterlibatan Guru dan Staf Sekolah: Guru dan staf
sekolah memainkan peran penting dalam merealisasikan kurikulum secara
efektif. Diperlukan pemahaman yang mendalam tentang kurikulum, serta
kemampuan untuk mengadaptasikannya dengan kondisi dan kebutuhan peserta
didik.
- Sarana dan Prasarana yang Mendukung: Ketersediaan
sarana dan prasarana yang memadai, seperti buku teks, alat laboratorium,
dan teknologi informasi, sangatlah menunjang kelancaran proses
pembelajaran sesuai dengan kurikulum.
- Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat: Dukungan dan
partisipasi orang tua serta masyarakat dalam proses pendidikan juga
penting untuk memastikan efektivitas penerapan kurikulum.
Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan terbaru dalam sistem
pendidikan Indonesia yang memberi keleluasaan dan fleksibilitas bagi sekolah
dalam menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan konteks wilayahnya. Di
jenjang SD, Kurikulum Merdeka memfokuskan pada pengembangan Profil Pelajar
Pancasila yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan karakter mulia.
Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
yang Efektif
Penerapan Kurikulum Merdeka di SD membutuhkan strategi yang tepat agar
tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Berikut beberapa strategi yang
dapat diterapkan:
- Pemetaan Kebutuhan dan Konteks Sekolah: Sekolah perlu
melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan konteks wilayahnya untuk
menentukan arah dan fokus pembelajaran yang sesuai.
- Pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek: Pembelajaran
berbasis proyek menjadi salah satu metode yang efektif dalam Kurikulum
Merdeka, di mana peserta didik dapat belajar secara aktif dan mendalam
melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan kehidupan nyata.
- Pemanfaatan Teknologi Informasi: Teknologi
informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti
penggunaan platform edukasi online, media pembelajaran interaktif, dan
berbagai sumber belajar digital lainnya.
- Penilaian yang Beragam: Penilaian dalam
Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga
mencakup aspek afektif dan psikomotor. Oleh karena itu, diperlukan metode
penilaian yang beragam, seperti observasi, portofolio, dan proyek.
Kurikulum Merdeka membuka peluang bagi sekolah untuk berinovasi dan
berkreasi dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih bermakna dan
bermanfaat bagi peserta didik. Dengan penerapan yang tepat dan efektif,
Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang berkarakter
mulia, cakap, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
.png)







0 comments:
Posting Komentar