Selasa, 18 Juni 2024

Disiplin Siswa Berawal dari Disiplin Guru

Disiplin Siswa Berawal dari Disiplin Guru

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Kasus indisipliner siswa di sekolah marak terjadi. Fenomena siswa yang tidak mengenakan seragam dengan rapi, bahkan datang terlambat, bukan lagi hal yang asing. Mirisnya, dalam banyak kasus, indisipliner siswa ini erat kaitannya dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh para guru.

Guru sebagai figur panutan di sekolah memiliki peran krusial dalam menanamkan disiplin pada siswanya. Sikap dan perilaku mereka menjadi acuan bagi para siswa dalam bertindak. Jika gurunya sendiri tidak disiplin, bagaimana mungkin mereka bisa mengharapkan siswanya untuk disiplin?

Berikut beberapa contoh perilaku indisipliner guru yang dapat memicu indisipliner siswa:

  • Datang terlambat: Guru yang sering terlambat ke sekolah dapat membuat siswa merasa tidak perlu datang tepat waktu.
  • Memakai pakaian yang tidak rapi: Guru yang berpakaian tidak rapi dapat memicu siswa untuk bersikap serupa.
  • Tidak bersepatu saat mengajar: Guru yang tidak bersepatu saat mengajar dapat membuat siswa merasa tidak perlu berpakaian sopan saat di kelas.
  • Memberikan contoh yang tidak baik: Guru yang merokok, berkata kasar, atau berperilaku tidak sopan di depan siswa dapat merusak citra mereka sebagai panutan.

Perilaku indisipliner guru ini bukan hanya memberikan contoh yang buruk bagi siswa, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Siswa yang melihat gurunya tidak disiplin mungkin akan merasa tidak termotivasi untuk belajar dan lebih mudah tergoda untuk berperilaku indisipliner.

Lalu, bagaimana menciptakan sekolah yang ideal dengan disiplin yang baik? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Memperkuat pembinaan dan pelatihan guru: Guru perlu diberikan pelatihan dan pembinaan tentang pentingnya disiplin dan bagaimana menjadi teladan yang baik bagi siswa.
  • Menegakkan aturan dengan tegas dan adil: Sekolah perlu memiliki aturan yang jelas tentang disiplin dan menegakkannya dengan tegas dan adil kepada semua pihak, termasuk guru.
  • Membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa: Komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat membantu membangun rasa saling menghormati dan kepercayaan. Hal ini dapat mendorong siswa untuk lebih disiplin dan mengikuti aturan sekolah.
  • Menciptakan lingkungan belajar yang positif: Lingkungan belajar yang positif dan kondusif dapat membantu siswa merasa lebih nyaman dan fokus belajar. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat indisipliner siswa.

Menciptakan sekolah yang ideal dengan disiplin yang baik membutuhkan usaha dari semua pihak, baik guru, siswa, maupun orang tua. Dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar dan berkembang.

Penting untuk diingat bahwa disiplin bukan hanya tentang menghukum, tetapi juga tentang membimbing dan mengarahkan siswa ke arah yang positif. Dengan menjadi teladan yang baik dan menerapkan pendekatan yang positif, guru dapat membantu siswa untuk menjadi individu yang disiplin dan bertanggung jawab.


1 komentar:

  1. Dan perlu diingat faktor keluarga itu juga sangat menentukan karakter disiplin siswa

    BalasHapus