Disiplin Siswa Berawal dari Disiplin Guru
Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Kasus indisipliner siswa di sekolah marak terjadi.
Fenomena siswa yang tidak mengenakan seragam dengan rapi, bahkan datang
terlambat, bukan lagi hal yang asing. Mirisnya, dalam banyak
kasus, indisipliner siswa ini erat kaitannya dengan keteladanan yang
ditunjukkan oleh para guru.
Guru sebagai figur panutan di sekolah memiliki peran
krusial dalam menanamkan disiplin pada siswanya. Sikap dan perilaku mereka
menjadi acuan bagi para siswa dalam bertindak. Jika gurunya sendiri tidak
disiplin, bagaimana mungkin mereka bisa mengharapkan siswanya untuk
disiplin?
Berikut beberapa contoh perilaku indisipliner guru
yang dapat memicu indisipliner siswa:
- Datang terlambat: Guru yang
sering terlambat ke sekolah dapat membuat siswa merasa tidak perlu datang
tepat waktu.
- Memakai pakaian yang tidak rapi: Guru yang
berpakaian tidak rapi dapat memicu siswa untuk bersikap serupa.
- Tidak bersepatu saat mengajar: Guru yang
tidak bersepatu saat mengajar dapat membuat siswa merasa tidak perlu
berpakaian sopan saat di kelas.
- Memberikan contoh yang tidak baik: Guru yang
merokok, berkata kasar, atau berperilaku tidak sopan di depan
siswa dapat merusak citra mereka sebagai panutan.
Perilaku indisipliner guru ini bukan hanya memberikan
contoh yang buruk bagi siswa, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan
belajar yang tidak kondusif. Siswa yang melihat gurunya tidak disiplin
mungkin akan merasa tidak termotivasi untuk belajar dan lebih mudah tergoda
untuk berperilaku indisipliner.
Lalu, bagaimana menciptakan sekolah yang ideal
dengan disiplin yang baik? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Memperkuat pembinaan dan pelatihan guru: Guru perlu
diberikan pelatihan dan pembinaan tentang pentingnya disiplin dan
bagaimana menjadi teladan yang baik bagi siswa.
- Menegakkan aturan dengan tegas dan adil: Sekolah
perlu memiliki aturan yang jelas tentang disiplin dan menegakkannya dengan
tegas dan adil kepada semua pihak, termasuk guru.
- Membangun komunikasi yang baik antara guru dan
siswa: Komunikasi yang baik antara guru dan siswa
dapat membantu membangun rasa saling menghormati dan kepercayaan. Hal
ini dapat mendorong siswa untuk lebih disiplin dan mengikuti aturan
sekolah.
- Menciptakan lingkungan belajar yang positif: Lingkungan
belajar yang positif dan kondusif dapat membantu siswa merasa lebih nyaman
dan fokus belajar. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat
indisipliner siswa.
Menciptakan sekolah yang ideal dengan disiplin yang
baik membutuhkan usaha dari semua pihak, baik
guru, siswa, maupun orang tua. Dengan komitmen dan kerjasama
yang kuat, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman
bagi siswa untuk belajar dan berkembang.
Penting untuk diingat bahwa disiplin bukan hanya
tentang menghukum, tetapi juga tentang membimbing dan mengarahkan siswa ke
arah yang positif. Dengan menjadi teladan yang baik dan menerapkan
pendekatan yang positif, guru dapat membantu siswa untuk menjadi individu
yang disiplin dan bertanggung jawab.

.png)









