KONTRIBUSI SEKOLAH TERHADAP MASYARAKAT
Sekolah adalah tempat merpa kepribadian
peserta didik menjadi pribadi pembelajar. Di sekolah juga menjadi tempat
peserta didik untuk belajar memahami sebuah kehidupan bermasyarakat. Di sekolah
peserta didik akan belajar banyak nilai-nilai yang akan dibawa pada kehidupan
nyata dalam bermasyarakat. Tugas belajar menjadi kebutuhan setiap manusia tanpa
batas ruang dan waktu. Sekolah yang berhasil mencetak pribadi pembelajar adalah
tidak membatasi belajar hanya di sekolah. Belajar adalah kebutuhan seumur hidup
yang mendorong pribadi yang sadar akan belajar dimanapun berada. Dari sisi
apapun, sekolah sangat berkontribusi terhadap kecerdasan peserta didik. Oleh sebab
itu peradaban peserta didik di sekolah harus terjaga sehingga dapat membentuk
setiap individu menjadi semakin dewasa.
Kebiasaan berprilaku mulia menjadi kontribusi
sekolah yang harus nyata. Peneguhan karakter sebagai tujuan jangka panjang
pendidikan yang tidak boleh lepas dari bingkai ranah kontribusi sekolah. Sisi
akademik harus dijangkau secara luas, yang meliputi pendidikan karakter, dan
pembiasaan diri berprilaku positif. Anak yang pandai secara kognitif juga harus
baik dari segi prilaku dan karakternya.
Dalam hal ini sekolah mempunyai peran yang
sangat penting dalam memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan bangsa.
Sekolah didirikan menjadi sebuah kendaran dalam mencapai tujuan pendidikan.
Adapun tujuan pendidikan adalah mencerdaskan anak bangsa dan membentuk generasi
penerus bangsa yang siap bersaing dengan negara lain di masa mendatang. Dalam konsep pendidikan tridarma pendidikan,
ada tiga komponen yang membangun pendidikan, diantaranya keluarga, sekolah dan
masyarakat. Tiga komponen ini harus berkesinambungan dan tidak boleh putus,
karena komponen ini memiliki hubungan erat dan berkesinambungan dalam
mewujudkan tujuan pendidikan.
Dengan memahami hal ini, kita memahami bahwa
sekolah akan selalu berhubungan dengan masyarakat. Dengan demikian sekolah
harus menyadari antara sekolah harus memiliki timbal balik yang positif. Timbal
balik yang positif antara sekolah dan masyarakat biasanya saat masyarakan
terlibat dalam kegiatan sekolah. Pada saat inilah sekolah harus bisa
mengposisikan masyarakat menjadi komponen yang tidak hanya menjadi tamu semata.
Pada saat ini masyarakat harus bisa berpartisipasi aktif dan mengambil peran
sebagai pengontrol perkembangan sekolah. Dengan demi kian sekolah akan selalu
melakukan pembenahan dan perbaikan dari masukan-masukan yang diberikan oleh
masyarakat. Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan tercaver dalam kegiatan
sekolah sehingga lulusan sekolah siap untuk berpartisipasi positif dalam
mengembangkan kehidupan bermasyarakan menjadi lebih baik.








