KONTRIBUSI KURIKULUM SEKOLAH YANG BERKEMAJUAN BAGI TATANAN KEHIDUPAN
Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Dalam
kehidupan bermasyarakat kita sering ditanya kaitan kontribusi sekolah terhadap
tatanan kehidupan di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari sering masyarakat
menilai buruk prodak dari pendidikan. Hal ini sangatlah wajar, melihat kondisi
anak-anak sekolah sekarang ini terlihat jauh dari tatanan norma dan nilai yang
berlaku di masyarakat. Kita sering menemukan penyimpangan dan juga
kebiasaan-kebiasaan yang dirasa tidak sesuai dengan tatanan norma dan nilai
yang berlaku di masyarakat.
Saat menemukan permaslahan demikian, banyak masyarakat bahkan dari pemerhati
pendidikan menyalahkan kurikulum dari pendidikan yang diterapkan. Seringkali
kurikulum sekarang dibandingkan dengan kurikulum terdahulu. Walau tidak sedikit juga sekolah yang dibilang sukses
dan menghasilkan out put yang memuaskan pada pasar pendidikan. Seperti lulusan
sekolah yang dapat bersaing dan memperoleh nilai memuaskan, sering juara dalam
olimpiade, Siwanya memiliki nilai kesopanan yang baik. Namun karena dimata
masyarakat mayoritan menjumpai sekolah yang belum bisa memberikan kontribusi
yang diinginkan maka mereka memukul rata kaitan hal tersebut. Lagi-lagi
kurikulum yang dijadikan permasalahan.
Berkaitan
dengan hal ini kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum sekolah. secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa
Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang
berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga. Jadi,
Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang
pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah
Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan
Kurikulum adalah suatu rencana yang sengaja disusun untuk melancarkan proses
kegiatan belajar mengajar yang ada di bawah naungan, bimbingan, dan tanggung
jawab sekolah atau lembaga pendidikan. Sedangkan menurut Soedijarto, kurikulum merupakan
serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang
direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam
rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga
pendidikan yang berwenang. Adapun di Indonesia, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal
1 ayat (19), konstitusi menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa
kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan; (1)
peningkatan iman dan
takwa; (2) peningkatan akhlak mulia; (3) peningkatan potensi,
kecerdasan, dan minat peserta didik; (4) keragaman potensi
daerah dan lingkungan; (5) tuntutan pembangunan
daerah dan nasional; (6) tuntutan dunia kerja; (7) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (8) agama; (9) dinamika perkembangan
global; dan (10) persatuan nasional dan
nilai-nilai kebangsaan.
Lantas,
apakah kurikulum yang kita pakai di sekolah kita salah? Jawabannya tidak salah.
Apakah kurikulum yang terdahulu lebih baik dari sekarang atau sebaliknya kurikulum
sekarang lebih baikdari kurikulum dulu? Jawabannya, kurikulum sekarang dan
terdahulu sama baiknya. Dibuatnya kurikulum baru bertujuan untuk menyempurnakan
kurikulum yang terdahulu. Jadi semua kurikulum sama baiknya dan kita perlu
menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Kembali kita lihat dari pengertian inti
dari kurikulum. Kurikulum adalah sebuah setrategi atau cara untuk mencapai
tujuan yang sudah direncanakan. Berbicara tentang kurikulum sekolah, tentu kita
harus membedakan penerapan dan pengembangannya, hal ini disebabkan karena
kondisi sekolah, letak geografis sekolah, dan kondisi masyarakat disekitar
sekolah. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi
yang ada. Seperti sekolah di kepulauan atau pedesaan harus dibedakan dengan
kurikulum yang ada di perkotaan dengan tetap memperhatikan inti kurikulum
nasional yang kita jadikan patokan.
Kurikulum
sebuah sekolah harus disusun dan dikaji sedemikian rupa, kurikulum yang baik
adalah kurikulum yang berkemajuan. Mengapa demikian? Kurikulum berkemajuan
dapat kita maknai dengan kurikulum sekolah yang disusun untuk kesiapan peserta
didik menghadapi kondisi dimasa depan. Seperti contoh kurikulum nasional yang
sedang diterapkan oleh Kemendikbudristek kita yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum
merdeka ini merupakan salah satu contoh kurikulum berkemajuan, karena kurikulum
ini didesain untuk mempersiapkan pesrta didik yang siap bersaing didunia
global. Namun saat kita terapkan di sekolah harus didesuaikan dengan kondisi
sekolahnya. Kita tidak boleh pukul rata sama dalam penerapannya. Penerapan
danpengembangan kurikulum di sekolah harus disesuaikan dengan kondisi dan
permintaan masyarakat yang ada. Hal ini akan berkontribusi positif dalam
kehidupan masyarakat. Seperti yang kita bahas diawal, tentang kondisi siswa
sekarang yang menjadi sorotan adalah siswa yang bertindak tidak sesuai dengan
norma dan nilai yang ada di masyarakat. Dengan hal ini kurikulum sekolah harus
menitik beratkan pada moral, sopan satun dan kebiasaan positif. Selain itu, yang
menjadi tren sekarang selesai sekolah siap kerja, maka kurikulum yang
diterapkan di sekolah menitik beratkan pada kemampuan siswa atau skill siswa
untuk siap kerja. Penyelesaian masalah yang ada di masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Penyelesaian itu
membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengetahui hasil dari kurikulum yang
diterapkan.
Perlu
kita ketahui bersama, penyelesaian permasalahan pendidikan kita ini bisa kita
selesaikan secara bertahap, satu persatu kita selesaikan dengan strategi yang
sudah disiapkan setiap sekolah. Penerapan kurikulum ini dapat diimplementasikan
dalam visi dan misi yang diterapkan sekolah masing-masing.
Pada dasarnya perubahan kurikulum nasional
tidak berpengaruh pada kurikulum yang diterapkan di sekolah secara signifikan. Inti dari kurikulum
nasional adalah satu, yaitu strategi pemerintah untuk mewujudkan pendidikan
lebih baik dan sesuai dengan kondisi dan tantangan
masa depan. Jadi sekolah tidak perlu risau
saat pemerintah mengubah kurikulum. Yang menjadi modal utama sekolah adalah memahami tujuan kurikulum dan
membuat atau mengembangkan
kurikulum sekolah yang berkemajuan. Dengan demikian sekolah kita tidak akan
goyah saat ada perubahan kurikulum yang mendadak atau
berubah-ubah. Sekolah menetapkan
visi, misi, dan tujuan sekolah yang siap untuk
menghadapi tantangan masa mendatang. Sekolah menyiapkan guru-guru yang professional,
adaptif, dan inovatif. Dengan demikian kurikulum berkemajuan yang diterapkan
oleh sekolah akan memberikan kontribusi positif bagi tatanan kehidupan.
Kemudian apa kontribusi kurikulum yang berkemajuan
terhadap tatanan kehidupan? Sekolah merupan lembaga yang disiapkan pemerintah
untuk menciptakan generasi peserus bangsa dan manusia yang sesuai dengan
harapan. Dengan demikian sekolah harus mampu memberikan kontribusi yang baik
bagi tatanan kehidupan. Lebih-lebih sekolah merupakan lembaga yang menghasilkan
generasi yang terdidik, bukan menghasilkan barang seperti pabrik. Maka sekolah
perlu menerapkan kurikulum yang berkemajuan dan adaptif. Sekolah harus mampu
menghasilkan out put yang sesuai dengan permintaan pasar pendidikan. Beberapa contoh
yang harus dihasilkan sekolah adalah mapu menciptakan generasi yang memiliki
akhlaq dan budi pekerti luhur, mempunyai kebiasaan yang positif, religius,
berpengatuhan global, dan siap bersaing secara global.










