Selasa, 03 Januari 2023

MEMBANGUN SEKOLAH UNGGUL DAN BERDAYA SAING GLOBAL DARI KEUNIKAN INDIVIDU

Oleh : Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Pendidikan adalah kunci utama pengembangan peradaban. Peradaban dapat kita bangun dari sebuah sekolah, dan dari sekolah inilah peradaban dikembangkan. Sekolah dengan atmosfir yang berkembang harus menghadirkan nuansa Pendidikan yang dinamik. Di sekolah inilah kita dapat membangun sebuah pola pikir, keterbukaan berpikir, dan kemerdekaan belajar harus ditanamkan sebagai prilaku sehari-hari (Outcome Value) pada setiap institusi Pendidikan. Menjadi pribadi yang bernilai terdidik (educated value) adalah tujuan utama Pendidikan.

Pemberdayaan pengembangan potensi individu, harus dijamin secara kuat sosial, mental, dan keilmuan. Hal ini memerlukan proses pengembangan kompetensi individu-individu diinternal Pendidikan secara maksimal disemua aspek, sehingga atmosfir akademik semakin menguatkan. Dalam hal ini guru merupakan kekuatan utama yang memiliki peran dalam membangun sebuah sekolah yang unggul dan berdaya saing global. Untuk membangun sebuah sekolah yang unggul dan berdaya saing global memerlukan guru yang memiliki kepribadian dan pengetahuan lebih. Selain itu guru harus bisa berkolaborasi baik dengan guru lain. Hal ini disebabkan setiap guru memiliki keunikan atau kelebihan masing-masing yang berfungsi untuk saling melengkapi. Berfikir kritis dan selalu kreatif dan inovatif menjadi modal besar untuk membangun sekolah unggul dan berdaya saing global. Keberadaan guru dalam membangun sebuah sekolah yang unggul dan berdaya saing global tidak sendiri, karena akan dikuatkan dari komponen Pendidikan lainnya, seperti tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, komite, wali siswa, dan kepala sekolah. 

Sekolah adalah institusi yang merawat keunikan-keunikan disetiap individunya. keunikan dan potensi itu ada pada setiap Kepala sekolah, guru , karyawan, siswa, wali siswa, dan juga komite sekolah. Sistem didalam manajemen sekolah yang menyatukan serta visi misi sekolah menjadi pedoman bergerak bersama. Karena setiap individu adalah unik, maka kita tidak dapat memaksakan individu memiliki kesamaan ide dan minat untuk membangun sekolah. Disini peran kepala sekolah sebagai leader dalam manajemen sekolah dapat membagi dan menempatkan individu-individu yang unik tadi dengan tepat. Kita harus sadar bahwasannya setiap individu memiliki tujuan, niat, pengalaman, kelebihan, serta kekurangan. Maka dari itu kepala sekolah memili pekerjaan untu menyatukan sebuah pazel. Keunikan setiap individu ini dapat kita umpamakan seperti pazel yang saat kita lihat awal dan kita pikir pertama akan serasa sulit karena bentuknya berbeda.  Namun perbedaan ini saat kita tempatkan ditempat yang tepat akan tersusun sempurna. Seperti membangaun institusi pendidikan ini, Sebuah institusi pendidikan khususnya sekolah saat mampu menata dan menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan yang unik di tempat yang tepat akan menghasilkan sekolah yang unggul dan berdaya saing global. 

Dalam mengembangkan sekolah ini, karakter individu yang unik ini harus didasari dengan karakter yang terdidik sehingga dapat memancarkan keteladanan yang baik.  Ketika individu yang unik ini sudah terdidik dan menjadi teladan yang baik, kita akan bisa menghasilkan kebermanfaatan dan menepis potensi konfik yang terjadi dilingkup institusi pendidikan yang kita bangun ini. Selain itu potensi-potensi yang dimiliki individu ini harus diberikan wadah yang tepat supaya terus berkembang dan berdampak positif bagi institusi yang kita bangun ini. 

Setiap sekolah mempunyai potensi yang unggul dan berdaya saing global. Jika potensi ini dirawat dan diwadahi dengan baik. Selain itu kerjasama antar individu dan berkolaborasi positif, disiplin, dan kerja keras yang didasari iman dan taqwa akan menjadi kunci dasar pembangunan sekolah yang unggul dan berdaya saing global.

 

  

 

 

2 komentar:

  1. Bagus sekali Ust....ini kalau dalam pendidikan guru penggerak termasuk memberdayakan 7 aset yang ada. Di tunggu karya karya dan berbagi ilmu baik Ust. Mantaaap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu, semoga bermanfaat untuk pendidikan kita.

      Hapus