Jumat, 04 November 2022

Saling Mengedukasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Berkemajuan

 Oleh: Mustafa Kamal Ali

Pendidikan merupakan pondasi dasar suatu Bangsa. Dimana suatu bangsa akan bisa menjadi bangsa yang selalu berkembang jika memiliki generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. Dengan demikian maka kita perlu menyiapkan pendidik yang mampu mewujudkan generasi yang memiliki pola pikir berkemajuan. Sekarang ini pola pikir primitif merupakan pola pikir yang ketinggalan, karena zaman sudah moderen maka kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Banyak yang menganggap sistem lama yang terbaik, namu itu terbaik di zamannya, belum tentu relevan dengan keadaan sekarang. Maka dari itu kita perlu menyesuaikan dengan kondisi riil yang ada. Namun kebingungan seringkali menyelimuti pemikiran kita. Karena pengaruh global, sekarang ini banyak pendidik yang mengutamakan rasa egois masing-masing. Tanpa memandang rekan kerja ataupun anak didiknya. Rasa menang sendiri dan tidak mau kalah antar pihak mengakibatkan adanya kompetisi yang memanas dan tidak sesuai dengan norma yang ada. Rasa saling menghormati serasa luntur. Dan juga rasa saling menghargai satu sama lain meng- hilang. Merasa paling menang sendiri saat bertahtah. Bawahan selalu salah jika tak sesuai dengan pikiran penguasa. Sosial diabaikan demi kesuksesan individu. Kerjasama tertinggalkan, melangkah sendiri-sendiri yang berjalan. Generasi lama menganggap paling senior dan tidak mau kalah, generasi baru merasa lebih pandai dan berkemajuan. Disinilah masalah yang besar dalam lingkup pendidikan. Rasa ing ngarso sungtulodo, ing madyo mangun karso dan tutwuri handayaninya sudah terlibas oleh zaman. Kaki melangkah kearah yang berbeda-beda tanpa memperhatikan tujuan bersama. Yang penting aku yang berhasil, itu tujuan dari mereka masing-masing. Padahal pendidikan yang berkemajuan perlu kerjasama untuk mencapainya.

Bagaimana bisa berhasil jika kita tidak saling bekerja sama? Maka dari itu dari semua pihak harus bisa saling mengedukasi, jangan saling menyalahkan. Introspeksi diri itu jalan yang terbaik untuk menjadi guru yang profesional. Untuk menuju pendidikan yang berkemajuan kita bisa saling mengedukasi atau saling berbagi ilmu. Seperti halnya yang tua mengajarkan ilmu dan pengalam kepada yang muda, dan yang muda sebaliknya memberikan ilmunya ke yang tua. Seperti contoh pemberian pengalaman tentang karakter oleh yang senior kepada yang junior. Sebaliknya junior mengajarkan tekhnologi kepada seniornya agar tidak ketinggalan. Karena tantangan globalisasi ini atau sering kita kenal dengan revolusi industri 4.0 sangat berat. Jika kita pendidik tidak saling bahu membau dan bekerja sama yang solid akan terasa berat untuk menghadapinya. Yang kita emban adalah amanah besar untuk nasib bangsa dan negara kita kedepan. Generasi melenial butuh bekal mental, spiritual, ilmu pengetahuan, dan tekhnologi untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa diseluruh dunia.

Untuk menciptakan generasi yang hebat, tentu kita harus menyiapkan pendidik yang hebat terlebih dahulu. Diibaratkan sebelum membangun jembatan yang berkualitas dan kokoh perlu adanya arsitek, dan pekerja yang hebat dan solid serta berkarakter. Dengan demikian akan menghasilkan sebuah jembatan yang kokoh. Sama halnya dengan mencetak generasi penerus dan menjadikan pendidikan yang berkemajuan perlu adanya pengajar yang hebat dan mempunyai pandangan kedepan. Untuk mewujudkannya kita harus bersama-sama dan saling mengedukasi. Tanamkan inggarso sungtulodo ingmadyo mangun karso tutwuru handayani didalam jiwa pendidik. Kita yakin dari pendidik yang hebat akan menghasilkan generasi bangsa yang hebat.

1 komentar:

  1. Betul sekali, pendidikan merupakan sarana untuk memanusiakan manusia. Bergerak maju untuk lebih berkemajuan mendidik anak bangsa.

    BalasHapus