Kamis, 30 Mei 2024

Peran Guru di Era Globalisasi Merawat Kearifan Lokal, Membangun Generasi Unggul

Peran Guru di Era Globalisasi Merawat Kearifan Lokal, Membangun Generasi Unggul

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd. 


Era globalisasi membawa perubahan besar di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Di tengah arus informasi yang deras dan pergeseran nilai-nilai budaya, peran guru semakin krusial dalam mengantarkan generasi penerus bangsa menuju masa depan yang gemilang.

pemikiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, menjadi pedoman yang relevan dalam memahami peran guru di era globalisasi. Beliau menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada peserta didik, berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa, dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman.

Berikut beberapa peran penting guru di era globalisasi berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara:

1. Penjaga dan Pewaris Budaya Lokal

Di tengah gempuran budaya global, guru memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mewariskan budaya lokal kepada peserta didik. Kearifan lokal sebagai warisan budaya bangsa perlu dilestarikan dan ditanamkan dalam diri generasi muda agar mereka memiliki identitas dan jati diri yang kuat.

2. Pendidik yang Berpusat pada Peserta Didik

Guru haruslah menjadi pendidik yang berpusat pada peserta didik, bukan hanya penyampai ilmu pengetahuan. Guru harus memahami kodrat dan bakat setiap peserta didik, serta membantu mereka mengembangkan potensi diri secara optimal.

3. Pembangun Karakter Bangsa

Selain ilmu pengetahuan, guru juga berperan penting dalam membangun karakter bangsa. Guru harus menjadi teladan bagi peserta didik dan menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan gotong royong.

4. Fasilitator Pembelajaran yang Kreatif

Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru harus memanfaatkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar peserta didik termotivasi untuk belajar.

5. Penghubung Generasi

Guru menjadi penghubung antara generasi masa lampau, masa kini, dan masa depan. Guru harus mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya dari generasi sebelumnya kepada generasi penerus bangsa.

6. Pembelajar Sepanjang Hayat

Di era globalisasi yang penuh dengan perubahan, guru juga harus terus belajar dan mengembangkan diri. Guru harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.

7. Pencipta Lingkungan Belajar yang Kondusif

Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan aman bagi peserta didik. Lingkungan belajar yang positif dan nyaman akan mendorong peserta didik untuk belajar dengan lebih optimal.

8. Pendorong Keberagaman dan Inklusivitas

Guru harus menghargai keberagaman dan inklusivitas di dalam kelas. Guru harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi.

9. Pemanfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Guru perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran. TIK dapat membantu guru untuk menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik dan interaktif, serta membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri.

10. Kolaborator dengan Orang Tua dan Masyarakat

Guru harus menjalin kerjasama yang erat dengan orang tua dan masyarakat. Kerjasama ini penting untuk mendukung kemajuan belajar peserta didik dan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.

Sebagai penutup, peran guru di era globalisasi sangatlah penting dan kompleks. Dengan berlandaskan pemikiran Ki Hajar Dewantara, guru dapat menjadi pelita yang menerangi jalan generasi penerus bangsa menuju masa depan yang gemilang.

Membangun Sekolah Unggul Menuju Masa Depan Pendidikan yang Cerah

Membangun Sekolah Unggul Menuju Masa Depan Pendidikan yang Cerah

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.

Membangun sekolah unggul bukan hanya dambaan, tetapi juga kebutuhan di era modern ini. Sekolah yang unggul tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter mulia, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Lalu, bagaimana cara membangun sekolah menjadi sekolah unggul? Berikut beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh:

1. Visi dan Misi yang Jelas dan Terukur

Langkah awal yang esensial adalah merumuskan visi dan misi sekolah yang jelas, terukur, dan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Visi dan misi ini menjadi kompas yang mengarahkan seluruh gerak langkah sekolah dalam mencapai tujuannya.

2. Kepemimpinan yang Kuat dan Visioner

Kepemimpinan yang kuat dan visioner dari kepala sekolah menjadi kunci utama dalam mewujudkan sekolah unggul. Pemimpin harus mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan seluruh pemangku kepentingan sekolah untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.

3. Guru yang Berkualitas dan Berkomitmen

Guru adalah ujung tombak dalam proses pembelajaran.expand_more Oleh karena itu, sekolah perlu merekrut dan mengembangkan guru-guru yang berkualitas, berdedikasi tinggi, dan berkomitmen untuk memajukan pendidikan.

4. Kurikulum yang Berpusat pada Peserta Didik

Kurikulum yang kaku dan monoton sudah tidak relevan dengan tuntutan zaman. Sekolah perlu merancang kurikulum yang berpusat pada peserta didik, yang menekankan pada pengembangan kompetensi, karakter, dan kreativitas.

5. Pembelajaran yang Inovatif dan Menyenangkan

Pembelajaran di sekolah unggul haruslah inovatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Guru harus mampu menerapkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang kreatif dan variatif sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

6. Penilaian yang Holistik dan Otentik

Penilaian di sekolah unggul tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor. Sekolah perlu menerapkan sistem penilaian yang holistik dan otentik untuk mengukur perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

7. Sarana dan Prasarana yang Memadai

Sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium yang lengkap, dan akses internet yang lancar, sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.

8. Budaya Sekolah yang Positif dan Kondusif

Sekolah perlu membangun budaya sekolah yang positif dan kondusif, di mana peserta didik merasa aman, dihargai, dan dihormati. Budaya ini dapat ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, program pengembangan karakter, dan penanaman nilai-nilai moral.

9. Kemitraan yang Kuat dengan Orang Tua dan Masyarakat

Kemitraan yang kuat dengan orang tua dan masyarakat sangat penting untuk mendukung kemajuan sekolah. Sekolah perlu menjalin komunikasi yang terbuka dan transparan dengan orang tua dan masyarakat, serta melibatkan mereka dalam berbagai program dan kegiatan sekolah.

10. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Sekolah unggul harus selalu melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua komponen sekolah berjalan dengan optimal dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Membangun sekolah unggul membutuhkan komitmen, kerja keras, dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan. Dengan menerapkan langkah-langkah strategis di atas, sekolah dapat menjadi wadah yang ideal untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Membangun sekolah unggul adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan dedikasi dan keuletan. Namun, dengan semangat juang yang tinggi dan kerjasama yang solid, semua sekolah dapat mencapai tujuannya untuk menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi.


Selasa, 29 Agustus 2023

RINGKASAN MATERI TEMA 2 KELAS 6


















KD 3.4 Menelaah persatuan dan kesatuan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara beserta dampaknya.

1.    Proklamasi

Proklamasi berarti pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; permakluman; pengumuman. Indonesia mendapatkan kemerdekaannya bukanlah tanpa perjuangan. Para pahlawan berjuang tanpa lelah untuk memperoleh kemerdekaan. Berkorban jiwa raga dan harta benda.

Berikut ini adalah gambaran mengenai perjuangan para pahlawan mencapai kemerdekaan.

2.    Peran Soekarno-Hatta dalam Proklamasi

Ø Peran Soekarno

ü Menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Hatta dan Ahmad Soebardjo.

ü Menandatangani teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Hatta.

ü Membacakan teks proklamasi di kediamannya.

Ø Peran Moh. Hatta

ü Menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Karno dan Ahmad Soebardjo.

ü Menandatangani teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Karno.

3.    Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia

a.    Sebagai puncak perjuangan Indonesia.

b.    Pengakuan kepada dunia luar.

c.    Menaikkan martabat bangsa.

d.    Perjuangan sebagai negara baru.

e.    Tonggak sejarah negara Indonesia.


Untuk Materi lengkapnya Silahkan klik link Materi Tema 2 Kelas 6

RINGKASAN MATERI TEMA 1 KELAS 6

 
















 Bahasa Indonesia

3.1  Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.

A.     Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

       Ciri kalimat utama, yaitu;

  1. Kalimat paling umum
  2. Dijelaskan oleh kalimat yang lain
  3. Kata kuncinya selalu diulang-ulang secara langsung atau dengan kata ganti .
  4. Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan kalimat utama.

 B. Ide Pokok

       Ide pokok adalah kalimat inti atau pokok paragraf. Ide pokok disebut juga gagasan pokok atau kalimat utama.         Ide pokok didukung oleh ide-ide penjelas dalam paragraf.

Langkah-langkah menentukan ide pokok :

  1. Bacalah setiap paragraf dalam bacaan dengan cermat!
  2. Cermati kalimat pertama hingga terakhir.
  3. Ide pokok sebagai inti paragraf terletak dalam kalimat utama.
  4. Kalimat utama dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau seluruh paragraf.
  5. Jika berupa kalimat majemuk, berada dalam induk kalimat.

       Untuk mendapatkan materi lengkapnya silahkan klik link berikut Materi Kelas 6 Tema 1


Kamis, 03 Agustus 2023

JAWABAN PAMEO MASYARAKAT TENTANG PERUBAHAN KURIKULUM

 

Melangsir dari siaran wabinar yang disiarkan Sinar Sapa pendidikan tentang kurikulum merdeka bersama narasumber Bapak Zulkifli Annas selaku PLT. Kepala pusat kurikulum dan pembelajaran. Dalam podcasnya Indri Habsari selaku moderator acara menanyakan tentang pameo masyarakat kaitan ganti mentri ganti kurikulum. Dalam hal ini bapak Zulkifli memaparkan kaitan pameo masyarakat yang berkembang tentang hal tersebut. Dalam tanggapannya bapak Zulkifli menyampaikan yang penting masyarakat yang tidak anti perubahan. Dalam hal ini harapannya mendapatkan perubahan yang esensial dari perubahan kurikulum ini. Tentunya semua orang akan senang jika nantinya perubahan akan menjadi lebih baik. Sebenarnya konsep perubahan kurikulum ini tidak dipengaruhi oleh perubahan mentri. Selama ini Bangsa Indonesia sudah berganti mentri sebanyak 40-an, namun kurikulum baru berganti sebanyak 14 kali. Berarti kaitan ganti mentri ganti kurikulum tidak begitu berhubungan. Dalam hal ini ada ungkapan yang disampaikan filusuf Yunani Kuno Heralkleitos yang menyatakan kita tidak akan menjumpai air yang sama pada sungai yang telah kita jumpai. Hal ini selaras dengan penerapan kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Karena peserta didik yang sekarang tantangannya akan berbeda dengan peserta didik dahulu, makan perlu disiapkan kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekarang. Jangan sampai peserta didik terkekang dengan apa yang kita rumuskan dahulu. Karena peserta didik sekarang lebih dinamis dan terus berkembang kedepan. Apa lagi diera globalisasi dan digital ini perkembangan sangat pesat. Dalam hal ini diharuskan kurikulum pendidikan yang fleksibel sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang harus diluruskan kemasyarakat adalah apa yang berganti dan apa yang tepat. Dalam hal ini yang perlu digaris bawahi adalah sebenarnya kurikulum itu sama atau bisa dikatakan tetap, tapi perubahannya berada dalam kegunaan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan yang saat ini dan masa mendatang. Perlu kita tekankan dalam penerapan kurikulum itu bukan seberapa banyak materi yang kita berikan tetapi seberapa jauh kurikulum itu beradaptasi beradaptasi kepada kebutuhan sekarang dan kebutuhan di masa depan.

Selanjutnya pembahasan tentang krisis pembelajaran yang telah lama terjadi di Indonesia, dan bagaimana kurikulum merdeka berperan dalam mengatasi hal itu. Kaitan krisis pembelajaran sudah terjadi sangat lama dikarenakan kita sering mengejar materi pembelajaran. Guru dalam mengejar biasanya berfokus pada penyelesaian materi sesuai target untuk mengatasi masalahnya. Akhirnya anak ada yang ketinggalan kaitan pengetahuan, dan anak terus tertinggal gara-gara persoalan awal belum teratasi. Hal ini mengakibatkan anak yang tertinggal. Contohnya, anak saat kelas 1 ketinggalan materi, terus diharuskan naik kelas, terus akan ketinggal karena pemahaman anak tidak matang, sampai suatu saat di pendidikan yang lebih tinggi dia memiliki pengetahuan setara dengan pengetahuan saat disekolah dasar. Hal inilah yang disebut krisis pembelajaran atau learning loss. Learning loss ini sebenarnya tidak disebabkan oleh pandemi covid-19, tapi disebabkan penerapan sistem yang salah dalam kurikulum. Padahal pandemi covid-19 ini menyadarkan bahwa kita bahwasannya ternyata peserta didik itu selama ini datang kesekolah tapi tidak sesungguhnya belajar. Semua menjadi terkuak ketika masa pandemi covid-19. Dalam hal ini kurikulum merdeka didesain untuk mengutamakan kemampuan anak. Dalam hal ini guru harus mengetahui kemampuan anak untuk belajar materi selanjutnya. Materi harus tuntas dahulu baru pindah ke materi berikutnya. Kurikulum merdeka mengacu pada pembelajaran sesuai level untuk menyesuaikan kemampuan anak. Anak akan diberikan ruang untuk memberikan layanan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam kurikulum merdekan sangan menyarankan kegiatan yang berdeverensiasi. Dalam kegiatan belajar peserta didik dapat berkolaborasi dan saling melengkapi. Dalam kegiatan belajar dibuat saling menguatkan bukan bersaing untuk mengalahkan.

Dalam penerapan kurikulum merdekan ini dibuat sesimpel mungkin untuk materi dan memberikan ruang yang luas bagi guru untuk memahami anak dan dapat menyelesaikan permasalahan krisis belajar yang sudah kita jalani ini.

Dalam kegiatan pembelajaran setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk memilih dan menerapkan kurikulum di sekolah.

Apakah semua sekolah harus menerapkan kurikulum merdeka? Jawabannya tidak, tapi setiap sekolah memilih menerapkan kurikulum yang akan sesuai, tidak ada paksaan, nanti malah tidak merdeka. Intinya disarankan untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan menjalankan dengan ikhlas tanpa paksaan.

Perubahan kurikulum sekarang lebih menekankan bukan perubahan administrasi, melainkan tentang perubahan polapikir dan meningkatkan hubungan batin, dan trasformasi belajar.

Rabu, 14 Juni 2023

SOAL PREDIKSI PRETEST PPG 2023

SOAL PREDIKSI PRETEST PPG 2023



Kerjakan soal-soal berikut dengan teliti!













Senin, 12 Juni 2023

SOAL PRETES PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN (BAGIAN 2)

SOAL PRETES PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN (BAGIAN 2)



1.       Harga awal sebuah baju telah diturunkan 20 %. Harga baru baju itu diturunkan lagi 25%. Dua kali penurunan harga tersebut setara dengan sekali penurunan sebesar....

A. 20%

B. 25%

C. 30%

D. 35%

E. 40%

 

2.        Ani telah mengikuti tes matematika sebanyak n kali. Pada tes berikutnya ia memperoleh nilai 83 sehingga nilai rata-rata Ani adalah 80. Tetapi, jika nilai tersebut adalah 67, maka rata-ratanya adalah 76. nilai n adalah...

A. 2

B. 3

C. 4

D. 5

E. 6

 

3.        Jika -6, a, b, c, d, e, f, g, 18 merupakan baris aritmatika, maka a + d + g = …

A. 12

B. 18

C. 24

D. 30

E. 36

4.        Diketahui . Maka nilai n adalah …

A. -2

B. -1

C. 0

D. 1

E. 2

 

5.        Dari angka-angka : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 akan disusun suatu bilangan yang terdiri dari 3 angka dengan tidak ada angka yang berulang. Banyak bilangan yang dapat disusun lebih dari 320 adalah …

A.  60

B. 80

C. 96

D. 109

E. 120

 

6.        Dari angka-angka 1,2,3,4,5, dan 6 akan disusun suatu bilangan terdiri dari empat angka. Banyak bilangan genap yang dapat tersusun dan tidak ada angka yang berulang adalah …

A.  120

B. 180

C. 360

D. 480

E. 648

 

7.        Dalam suatu proyek, upah 4 orang tukang kayu dan 2 orang tukang batu adalah Rp400.000,00 sedangkan upah 3 orang tukang kayu dan seorang tukang batu adalah Rp275.000,00. Maka, upah 2 orang tukang kayu dan 3 orang tukang batu adalah …

A.     Rp290.000,00

B.     Rp295.000,00

C.     Rp300.000,00

D.     Rp325.000,00

E.     Rp320.000,00

 

8.        Seorang pedagang mempunyai modal Rp620.000,00 akan membawa tomat dan cabe yang dibelinya dengan  menggunakan mobil angkutan barang, dengan daya angkut mobil hanya 100 kg. Jika tomat dibeli dengan harga Rp4.000,00/kg dan cabe dengan harga Rp15.000,00/kg, kemudian tomat dan cabe dijual dengan harga berturut-turut masing-maisng Rp10.000,00 dan Rp20.000,00, maka keuntungan maksimum yang diperoleh pedagang adalah …

A.        Rp260.000,00

B.        Rp320.000,00

C.        Rp480.000,00

D.        Rp580.000,00

E.        Rp600.000,00

 

9.        Anto ingin membeli tiga permen rasa cokelat dan dua permen rasa mint pada sebuah toko. Ternyata di toko tersebut terdapat lima jenis permen rasa cokelat dan empat jenis permen rasa mint. Banyaknya cara pemilihan permen yang dilakukan Anto adalah …

A. 40

B. 50

C. 60

D. 120

E. 126

10.       Andri pergi ke tempat kerja pukul 7.00 setiap pagi. Jika menggunakan mobil dengan kecepatan 40 km/jam, maka dia tiba di tempat kerja terlambat 10 menit. Jika menggunakan mobil dengan kecepatan 60 km/jam, maka dia tiba di tempat kerja 20 menit sebelum jam kerja dimulai. Jadi, jarak antara rumah Andri dan tempat kerja adalah…..

A. 120 km

B. 90 km

C. 80 km

D. 70 km

E. 60 km

 

11.        Pak Yudi memiliki 12 apel, 30 mangga dan 18 jeruk. Apel, mangga dan jeruk tersebut akan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Berapa kantong plastik yang dibutuhkan, jika setiap kantong berisi apel, mangga dan jeruk dengan jumlah yang sama?

A. 6

B. 4

C. 5

D. 3

E. 7

 

12.        Jika siswa diminta mengelompokkan beberapa bangun ruang sederhana, yang dituju oleh guru adalah pengelompokkan itu berdasarkan pada …

A.      Besar atau kecil bangunnya

B.      Warna bangunnya

C.      Bentuk bangunnya

D.      Kaitan bangun-bangun itu dengan kehidupan nyata

E.      Gambar pada bangunnya


13.        Empat siswa A, B, C, dan D masing-masing menabungkan sisa uang jajannya. Setelah setahun menabung, tabungan A Rp300.000,00 lebih sedikit daripada tabungan B dan tabungan C Rp200.000,00 lebih banyak daripada tabungan D. Jika tabungan D adalah Rp500.000,00 dan gabungan tabungan C dan D adalah dua kali tabungan A, maka besar tabungan B adalah …

        A.     Rp700.000,00

        B.     Rp750.000,00

        C.     Rp800.000,00

        D.     Rp850.000,00

        E.     Rp900.000,00

14.       Jika nilai rata-rata tes matematika 20 siswa kelas A adalah 65 dan nilai rata-rata 10 siswa lainnya di kelas tersebut adalah 80, maka nilai rata-rata semua siswa kelas A adalah ....

A. 71

B. 72

C. 73

D. 74

E. 75


15.        Pada saat sedang berjalan-jalan di sebuah hutan, si Adi mengamati beberapa gejala yang menarik perhatiannya. Adi mengamati warna daun yang ternaungi. Daunnya tampak kekuningan dan pucat. Apabila naungan oleh pohon penaung tidak terlalu rimbun, maka daun tumbuhan yang sejenis berwarna kuning kehijauan. Warna daun tumbuhan lain yang sejenis dengan kedua tumbuhan tersebut di atas hijau segar apabila tumbuh di tempat yang tidak ternaungi.

       Rumusan masalah ilmiah yang muncul berdasarkan fenomena di atas adalah ... .

A.   Apakah ada hubungan antara tumbuhan penaung dan tumbuhan yang ternaungi?

B.   Apakah intensitas cahaya berpengaruh pada pembentukan zat hijau daun?

C.   Apakah terdapat kompetisi antara tumbuhan penaung dan tumbuhan ternaungi?

D.   Apakah tumbuhan penaung mengeluarkan zat berwarna kekuningan yang dapat mempengaruhi warna daun tumbuhan yang ternaungi?


16.   Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang proses pencernaan makanan secara kimiawi.

A.  Mengubah jenis zat/senyawa yang terdapat pada bahan makanan.

B.  Mengubah ukuran partikel bahan makanan.

C.  Terjadi di lambung saja.

D.  Tidak terjadi di lambung.


17.     Sebongkah es bermassa 1 kg, bersuhu -10oC, kalor jenis es 0,5 kkal/kgoC, kalor jenis air 1 kkal/kgoC, dan kalor es 80 kkal/kg. Apa yang terjadi dengan es tersebut jika diberi kalor sebesar 60 kkal?

A.   Es melebur seluruhnya, suhu akhir di atas 0oC.

B.   Es melebur seluruhnya, suhu akhir tepat 0oC.

C.   Es melebur sebagian, suhu akhir tepat 0oC.

D.   Es melebur sebagian, suhu akhir kurang dari 0oC.

 

18.     Terdapat lilin yang menyala di lapangan pada siang hari yang terang benderang. Cahaya dari lilin tersebut …

A.   merambat pada sumbu yang menyala

B.   merambat sampai di sekitar sumbu

C.   merambat sampai di tepi lapangan

D.   merambat sampai jauh


19.     Pada sebuah rumah terdapat 6 lampu 25 watt yang menyala selama 10 jam tiap hari. Jika harga listrik Rp. 450,00/kwh, maka harga listrik untuk keper-luan lampu rumah tersebut selama satu bulan (30 hari) adalah …

A.   Rp. 2.625,00

B.   Rp. 4.050,00

C.   Rp. 20.250,00

D.   Rp. 40.500,00

 

20.      Tina mengendarai sepeda motor, dari keadaan diam menjadi berkelajuan  4 m/s dalam waktu 6 sekon. Selanjutnya dalam waktu 10 sekon, ia menambah kelajuannya menjadi 6 m/s dan bergerak pada kelajuan itu selama 12 sekon. Akhirnya ia mengerem sepedanya dan berhenti setelah 2 sekon sejak ia mulai mengerem. Pada selang waktu mana Tina bergerak lurus beraturan?

A.        0 s sampai dengan 6 s.

B.        6 s sampai dengan 16 s.

C.        10 s sampai dengan 12 s.

D.        16 s sampai dengan 28 s.