Kamis, 03 Agustus 2023

JAWABAN PAMEO MASYARAKAT TENTANG PERUBAHAN KURIKULUM

 

Melangsir dari siaran wabinar yang disiarkan Sinar Sapa pendidikan tentang kurikulum merdeka bersama narasumber Bapak Zulkifli Annas selaku PLT. Kepala pusat kurikulum dan pembelajaran. Dalam podcasnya Indri Habsari selaku moderator acara menanyakan tentang pameo masyarakat kaitan ganti mentri ganti kurikulum. Dalam hal ini bapak Zulkifli memaparkan kaitan pameo masyarakat yang berkembang tentang hal tersebut. Dalam tanggapannya bapak Zulkifli menyampaikan yang penting masyarakat yang tidak anti perubahan. Dalam hal ini harapannya mendapatkan perubahan yang esensial dari perubahan kurikulum ini. Tentunya semua orang akan senang jika nantinya perubahan akan menjadi lebih baik. Sebenarnya konsep perubahan kurikulum ini tidak dipengaruhi oleh perubahan mentri. Selama ini Bangsa Indonesia sudah berganti mentri sebanyak 40-an, namun kurikulum baru berganti sebanyak 14 kali. Berarti kaitan ganti mentri ganti kurikulum tidak begitu berhubungan. Dalam hal ini ada ungkapan yang disampaikan filusuf Yunani Kuno Heralkleitos yang menyatakan kita tidak akan menjumpai air yang sama pada sungai yang telah kita jumpai. Hal ini selaras dengan penerapan kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Karena peserta didik yang sekarang tantangannya akan berbeda dengan peserta didik dahulu, makan perlu disiapkan kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekarang. Jangan sampai peserta didik terkekang dengan apa yang kita rumuskan dahulu. Karena peserta didik sekarang lebih dinamis dan terus berkembang kedepan. Apa lagi diera globalisasi dan digital ini perkembangan sangat pesat. Dalam hal ini diharuskan kurikulum pendidikan yang fleksibel sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang harus diluruskan kemasyarakat adalah apa yang berganti dan apa yang tepat. Dalam hal ini yang perlu digaris bawahi adalah sebenarnya kurikulum itu sama atau bisa dikatakan tetap, tapi perubahannya berada dalam kegunaan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan yang saat ini dan masa mendatang. Perlu kita tekankan dalam penerapan kurikulum itu bukan seberapa banyak materi yang kita berikan tetapi seberapa jauh kurikulum itu beradaptasi beradaptasi kepada kebutuhan sekarang dan kebutuhan di masa depan.

Selanjutnya pembahasan tentang krisis pembelajaran yang telah lama terjadi di Indonesia, dan bagaimana kurikulum merdeka berperan dalam mengatasi hal itu. Kaitan krisis pembelajaran sudah terjadi sangat lama dikarenakan kita sering mengejar materi pembelajaran. Guru dalam mengejar biasanya berfokus pada penyelesaian materi sesuai target untuk mengatasi masalahnya. Akhirnya anak ada yang ketinggalan kaitan pengetahuan, dan anak terus tertinggal gara-gara persoalan awal belum teratasi. Hal ini mengakibatkan anak yang tertinggal. Contohnya, anak saat kelas 1 ketinggalan materi, terus diharuskan naik kelas, terus akan ketinggal karena pemahaman anak tidak matang, sampai suatu saat di pendidikan yang lebih tinggi dia memiliki pengetahuan setara dengan pengetahuan saat disekolah dasar. Hal inilah yang disebut krisis pembelajaran atau learning loss. Learning loss ini sebenarnya tidak disebabkan oleh pandemi covid-19, tapi disebabkan penerapan sistem yang salah dalam kurikulum. Padahal pandemi covid-19 ini menyadarkan bahwa kita bahwasannya ternyata peserta didik itu selama ini datang kesekolah tapi tidak sesungguhnya belajar. Semua menjadi terkuak ketika masa pandemi covid-19. Dalam hal ini kurikulum merdeka didesain untuk mengutamakan kemampuan anak. Dalam hal ini guru harus mengetahui kemampuan anak untuk belajar materi selanjutnya. Materi harus tuntas dahulu baru pindah ke materi berikutnya. Kurikulum merdeka mengacu pada pembelajaran sesuai level untuk menyesuaikan kemampuan anak. Anak akan diberikan ruang untuk memberikan layanan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam kurikulum merdekan sangan menyarankan kegiatan yang berdeverensiasi. Dalam kegiatan belajar peserta didik dapat berkolaborasi dan saling melengkapi. Dalam kegiatan belajar dibuat saling menguatkan bukan bersaing untuk mengalahkan.

Dalam penerapan kurikulum merdekan ini dibuat sesimpel mungkin untuk materi dan memberikan ruang yang luas bagi guru untuk memahami anak dan dapat menyelesaikan permasalahan krisis belajar yang sudah kita jalani ini.

Dalam kegiatan pembelajaran setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk memilih dan menerapkan kurikulum di sekolah.

Apakah semua sekolah harus menerapkan kurikulum merdeka? Jawabannya tidak, tapi setiap sekolah memilih menerapkan kurikulum yang akan sesuai, tidak ada paksaan, nanti malah tidak merdeka. Intinya disarankan untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan menjalankan dengan ikhlas tanpa paksaan.

Perubahan kurikulum sekarang lebih menekankan bukan perubahan administrasi, melainkan tentang perubahan polapikir dan meningkatkan hubungan batin, dan trasformasi belajar.

0 comments:

Posting Komentar