Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
- Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang menyampaikan perkataan seseorang secara tepat sesuai dengan aslinya, tanpa mengubah bentuk atau susunan kalimat. Kalimat ini biasanya ditandai dengan penggunaan tanda kutip ("...") untuk mengapit perkataan yang diucapkan secara langsung.
Ciri-ciri Kalimat Langsung:
- Mengutip secara tepat apa yang
dikatakan seseorang.
- Menggunakan tanda kutip
("...") untuk mengapit ucapan langsung.
- Penulisan huruf kapital di
awal kalimat yang dikutip.
- Intonasi atau penekanan sesuai
dengan ucapan asli.
Contoh Kalimat Langsung:
- Ibu berkata, "Segera
kerjakan PR-mu sebelum bermain."
- Guru berkata, "Besok kita
akan ujian."
- Ayah bertanya, "Kapan
kamu pulang dari sekolah?"
- Dinda berkata, "Saya
sangat senang bisa ikut lomba ini."
- Budi berkata, "Aku akan
datang ke rumahmu sore ini."
- Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali apa yang dikatakan seseorang dengan menggunakan gaya bahasa sendiri, tanpa mengutip secara langsung. Bentuk kalimat dan sudut pandang biasanya diubah dari kalimat aslinya.
Ciri-ciri Kalimat Tidak Langsung:
- Tidak menggunakan tanda kutip.
- Mengubah kata ganti orang dan
sudut pandang sesuai dengan konteks.
- Bentuk kalimat biasanya
berubah dari bentuk kalimat langsung.
- Intonasi dalam penulisan kalimat
tidak langsung lebih datar karena hanya menyampaikan ulang informasi,
bukan perkataan langsung.
Contoh Kalimat Tidak Langsung:
- Ibu menyuruhku segera
mengerjakan PR sebelum bermain.
- Guru mengatakan bahwa besok
akan ada ujian.
- Ayah bertanya kapan aku pulang
dari sekolah.
- Dinda mengatakan bahwa dia
sangat senang bisa ikut lomba itu.
- Budi berkata bahwa dia akan
datang ke rumahku sore ini.
Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung
- Hapus tanda kutip: Pada kalimat tidak langsung,
tanda kutip tidak diperlukan.
- Sesuaikan kata ganti: Ubah kata ganti orang sesuai
dengan sudut pandang penutur.
- "Aku" menjadi
"dia"
- "Kamu" menjadi
"saya" atau "dia", sesuai konteks
- Gunakan kata penghubung: Tambahkan kata penghubung
seperti bahwa, karena, agar, dan sebagainya.
- Perhatikan perubahan waktu dan
tempat:
Ubah keterangan waktu atau tempat yang sesuai dengan konteks pembicaraan.
Contoh
Proses Pengubahan:
- Kalimat Langsung:
Ibu berkata, "Segera makan siang, sekarang sudah jam 12." - Kalimat Tidak Langsung:
Ibu mengatakan bahwa aku harus segera makan siang karena sudah jam 12.
Latihan: Ubah Kalimat Langsung Menjadi Kalimat Tidak
Langsung
- "Besok saya akan pergi ke
Jakarta," kata Rani.
- Ayah berkata, "Hari ini
kita akan berangkat lebih awal."
- Guru berkata, "Kamu harus
belajar lebih giat agar bisa lulus ujian."
- Budi bertanya, "Kapan kamu
akan datang ke rumahku?"
- "Saya sangat senang dengan
hasil lomba ini," kata Andi.








0 comments:
Posting Komentar