Rabu, 10 Juli 2024

Terjebak Zona Nyaman, Sekolah Negeri Terus Tertinggal Dibanding Swasta

Terjebak Zona Nyaman, Sekolah Negeri Terus Tertinggal Dibanding Swasta

Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.



Sekolah Dasar Negeri di Indonesia masih tertinggal dalam hal perkembangannya dibandingkan dengan sekolah swasta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Salah satu faktor internal yang paling mendasar adalah kurangnya motivasi dan inovasi dari para guru dan tenaga kependidikan. Mereka terjebak dalam zona nyaman dan lebih fokus pada pengembangan diri sendiri daripada kemajuan sekolah. Sikap egois dan kurangnya rasa memiliki terhadap sekolah juga menjadi penghambat. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah yang kurang visioner dan minim pengalaman dalam mengelola sekolah yang efektif juga turut memperparah keadaan.

Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah kebijakan pemerintah yang terkesan membatasi ruang gerak guru dan kepala sekolah. Hal ini membuat mereka sulit untuk berinovasi dan mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Keterbatasan dana juga menjadi kendala utama dalam memajukan Sekolah Dasar Negeri. Dana yang minim membuat sekolah kesulitan untuk memperbaiki infrastruktur, membeli peralatan belajar yang memadai, dan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Banyak Sekolah Dasar Negeri yang memiliki bangunan yang rusak dan tidak layak huni. Jumlah siswa yang sedikit pun menjadi indikator bahwa sekolah tersebut kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini tak lain karena kualitas pendidikan yang belum optimal dan sistem pengelolaan sekolah yang belum tertata dengan baik.

Di sisi lain, sekolah swasta terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswanya. Mereka memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum dan program-program unggulan, serta berani berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi. Tak heran jika banyak orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta, meskipun harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

Jika pemerintah dan pihak-pihak terkait ingin memajukan Sekolah Dasar Negeri, diperlukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan. Guru dan tenaga kependidikan perlu didorong untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan motivasi mereka untuk memajukan sekolah. Kepala sekolah juga harus memiliki visi dan misi yang jelas serta berani berinovasi dalam memimpin sekolahnya.

Pemerintah pun perlu memberikan kebijakan yang lebih pro-Sekolah Dasar Negeri, seperti memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah, mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pengembangan sekolah, dan memberikan pelatihan yang berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan. Dengan upaya bersama, diharapkan Sekolah Dasar Negeri di Indonesia dapat berkembang dan menjadi sekolah yang berkualitas dan diminati oleh masyarakat.

2 komentar:

  1. Kalo saya rasa kok banyak siswa dan ortunya masih menginginkan sekolah negeri ya, mungkin untuk jenjang SD ada fenomena tersebut, tp kalo jenjang SMA/K dan kuliah sekolah Negeri masih menjadi pilihan pertama

    BalasHapus
  2. ya betul, karena banyak sekolah dasar negeri yang mengalami fenomena seperti di atas.

    BalasHapus