Terjebak Zona Nyaman, Sekolah Negeri Terus Tertinggal Dibanding Swasta
Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Sekolah Dasar Negeri di Indonesia masih tertinggal dalam hal
perkembangannya dibandingkan dengan sekolah swasta. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor, baik dari internal sekolah maupun eksternal.
Salah satu faktor internal yang paling mendasar adalah kurangnya
motivasi dan inovasi dari para guru dan tenaga kependidikan. Mereka
terjebak dalam zona nyaman dan lebih fokus pada pengembangan diri sendiri
daripada kemajuan sekolah. Sikap egois dan kurangnya rasa memiliki terhadap
sekolah juga menjadi penghambat. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah
yang kurang visioner dan minim pengalaman dalam mengelola sekolah yang
efektif juga turut memperparah keadaan.
Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah kebijakan pemerintah
yang terkesan membatasi ruang gerak guru dan kepala sekolah. Hal ini
membuat mereka sulit untuk berinovasi dan mengembangkan program-program yang
sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Keterbatasan dana juga menjadi
kendala utama dalam memajukan Sekolah Dasar Negeri. Dana yang minim membuat sekolah kesulitan
untuk memperbaiki infrastruktur, membeli peralatan belajar yang memadai, dan
mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru.
Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya perhatian dari
pemerintah daerah. Banyak Sekolah Dasar Negeri yang memiliki bangunan yang rusak dan tidak
layak huni. Jumlah siswa yang sedikit pun menjadi indikator bahwa sekolah
tersebut kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini tak lain karena kualitas
pendidikan yang belum optimal dan sistem pengelolaan sekolah yang belum
tertata dengan baik.
Di sisi lain, sekolah swasta terus berbenah dan berinovasi untuk
memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswanya. Mereka memiliki
kebebasan untuk mengembangkan kurikulum dan program-program unggulan, serta
berani berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi. Tak heran jika banyak
orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta,
meskipun harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal.
Jika pemerintah dan pihak-pihak terkait ingin memajukan Sekolah Dasar Negeri, diperlukan
upaya yang sistematis dan berkelanjutan. Guru dan tenaga kependidikan perlu
didorong untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan motivasi mereka untuk
memajukan sekolah. Kepala sekolah juga harus memiliki visi dan misi yang jelas
serta berani berinovasi dalam memimpin sekolahnya.
Pemerintah pun perlu memberikan kebijakan yang lebih pro-Sekolah Dasar Negeri, seperti
memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah, mengalokasikan dana yang
lebih besar untuk pengembangan sekolah, dan memberikan pelatihan yang
berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan. Dengan upaya bersama,
diharapkan Sekolah Dasar Negeri di Indonesia dapat berkembang dan menjadi sekolah yang
berkualitas dan diminati oleh masyarakat.
.png)







Kalo saya rasa kok banyak siswa dan ortunya masih menginginkan sekolah negeri ya, mungkin untuk jenjang SD ada fenomena tersebut, tp kalo jenjang SMA/K dan kuliah sekolah Negeri masih menjadi pilihan pertama
BalasHapusya betul, karena banyak sekolah dasar negeri yang mengalami fenomena seperti di atas.
BalasHapus