Selasa, 25 Oktober 2022

PERAN GURU DALAM MENGHADAPI GENERASI DIGITAL NATIVE

Oleh : Mustafa Kamal Ali, S.Pd.



Sebagai seorang guru, apa yang menjadi motivasi kita saat berangkat kesekolah?

Mengawali pagi dengan semangat serta penuh kebahagiaan tentu motivasi awal yang harus kita tanamkan untuk membangun hari menjadi lebih baik. Semangat pagi akan berdampak kepada aktivitas kita ketika di sekolah, terutama saat mengajar peserta didik kita. Ada banyak motivasi kita untuk yang menjadi penyemangat dalam melaksanakan tugas kita sebagai seorang pendidik dan pengajar di sekolah. Salah satunya adalah melihat peserta didik kita bahagia, semangat mengikuti pembelajaran, dan dapat memahami materi yang kita pelajari bersama. 

Di era digital yang sedang meroket dan media online berada pada masa perkembangan yang sangat pesat ini, guru akan mendapatkan banyak tantangan, diantaranya peserta didik yang lebih canggih dalam memanfaatkan media online dibandingkan gurunya. Hal ini bisa dikategorikan tahap wajar karena guru saat ini merupakan buah dari pendidikan beberapa tahun lalu, dimana media online dan internet belum begitu termanfaatkan dengan baik. Berbeda dengan peserta didik sekarang yang dari kecil sudah menyelami dunia online. Banyak sekali peserta didik yang mampu mengoprasikan komputer atau perangkat lain yang digunakan untuk mengakses internet. Hal ini mendorong para guru untuk selalu memperbaharui pengetahuan serta kecakapannya. Pengetahuan dan kecakapan guru harus disesuaikan dengan masa sekarang. 

Mengapa demikian? 

Karena yang dihadapi sekarang ini adalah generasi digital netive. Generasi ini adalah generasi yang sangat fasih dalam mengoprasikan teknologi internet. Dengan demikian guru di era saat ini harus selalu mengikuti zaman agar tidak ketinggalan informasi. Era sekarang ini dapat kita kenal dengan era informasi. Karena informasi saat ini menjadi faktor dominan dari segala sektor. Dengan demikian seorang guru harus berinovasi dan selalu mengembangkan pengetahuannya. Selain itu peran kita sebagai guru dalam menghadapi generasi digital native adalah menyelaraskan peran kita sebagai guru yang relevan dengan peserta didik dengan zaman. Hal ini tidaklah mudah, banyak faktor penghambat diantaranya; 1) mayoritas merasa enggan memperbaharui pengetahuan, 2) merasa pendidikan zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang, 3) merasa gengsi untuk belajar lanjutan, 4) merasa sudah banyak menguasai materi, 5) tidak mau mempelajari IT, dan 6) ingin mengembalikan pendidikan masa sekarang kemasa lampau yang dianggap lebih baik.

dalam penyelenggaraan pembelajaran tentu akan mengalami naik turun semangat. hal ini perlu kita perbaiki bersama. Seorang guru memiliki peran mendidik, mengajar, mendampingi, melatih, dan juga berperan membentuk cikal bakal masyarakat dimasa yang akan datang. Mengajar didepan kelas adalah miniatur kegiatan masyarakan dimasa mendatang. Ketika kita sukses mengajar didalam kelas, berarti kita akan sukses membentuk generasi mendatang yang siap dalam menghadapi segala tantangan di masa depan.

Mengutip dari pernyataan Ki Hajar Dewantara " Memberi Ilmu demi kecakapan hidup anak dan usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup manusia, baik hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti seluas-luasnya". Apa harapan kita kepada peserta didik kita yang sedang kita ampu? 

Harapan kita boleh saja setinggi langit, karena peserta didik kita akan tumbuh berkembang menjadi dewasa, menjadi bagian, dan bahkan ada yang menjadi pemimpin masyarakat. Mereka inilah yang akan membentuk kebudayaan kita di masa mendatang. Kita mungkin melakukan hal kecil di dalam kelas supaya mereka siap untuk terjun langsung didalam masyarakat. Mungkin kita melakukan hal keci tapi akan berdampak besar bagi mereka. Contohnya memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi dan menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas. Hal ini akan mengasa keberanian dari peserta didik untuk tampil dahadapan umum.

Menurut Ki Hajar Dewantara " mendidik anak adalah mendidik rakyat". mengapa? Kehidupan kita saat ini adalah hasil belajar kita dimasa lalu, dan hasil belajar peserta didik kita saat ini akan berbuah pada masyakat kita dimasa mendatang. Maka dari itu, kita perlu menyiapkan sejak dini mungkin untuk membangun generasi yang siap di era digital. Memberikan bekal keagamaan yang kuat untuk dijadikan benteng dari dampak negatif masa sekarang ini. penguatan pondasi peserta didik adalah hal dasar yang harus kita tanamkan sebaik-baiknya. Dengan demikian peserta didik kita akan siap menghadapi panasnya zaman digital saat ini. Selain memberikan benteng yang kuat kita dapat memberikan bekal pengetahuan yang selalu terbaharui. Penguatan karakter juga harus selalu ditanamkan untuk menghadapi era globalisasi ini.


2 komentar:

  1. Tiap guru punya tantangan yang berbeda" baik tantangan dalam mendidik, terkait perkembangan teknologi yg semakin pesat, sudahkah kita membentengi anak" kita dg baik?

    BalasHapus
  2. tengunya harus di persiapkan dengaan matang, baik bekal agama sebaagaai benteng, dan ilmu mengetahuan sebagai kekuatan untuk dapat bersaing secara global. Antara guru dan murid harus sa ma-sama di bentengi dan dibekali.

    BalasHapus