Legenda Danau Toba
Dahulu kala, di daerah Sumatera Utara, hiduplah seorang petani yang rajin bekerja di ladangnya. Suatu hari, saat ia sedang memancing di sungai, ia menangkap seekor ikan yang sangat besar dan cantik. Anehnya, ikan tersebut dapat berbicara dan memohon agar tidak dibunuh. Karena kasihan, petani itu pun melepaskan ikan tersebut.
Tak lama setelah itu, ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita cantik. Wanita itu menjelaskan bahwa ia adalah seorang putri yang dikutuk menjadi ikan. Sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkannya, wanita tersebut bersedia menjadi istri sang petani, tetapi dengan satu syarat: petani tidak boleh mengungkit asal-usulnya sebagai ikan kepada siapa pun. Petani itu setuju, dan mereka hidup bahagia. Mereka kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki.
Anak mereka tumbuh menjadi anak yang aktif, tetapi ia memiliki kebiasaan buruk: sering kali tidak menurut dan makan dengan porsi yang sangat banyak. Suatu hari, anak itu diminta ibunya untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya yang sedang bekerja di ladang, namun anak itu malah memakan makanan tersebut. Sang ayah yang kelaparan dan lelah menjadi sangat marah. Tanpa sadar, ia berteriak kepada anaknya, "Dasar anak ikan!"
Seketika, langit menjadi gelap dan guntur mulai terdengar. Istri petani merasa sangat sedih karena suaminya telah melanggar janjinya. Ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan suaminya. Sebelum pergi, ia memberi tahu anaknya bahwa air akan segera membanjiri desa. Setelah itu, ia berubah kembali menjadi ikan dan menghilang. Tidak lama kemudian, banjir besar terjadi dan menenggelamkan seluruh desa, membentuk sebuah danau yang dikenal hingga kini sebagai Danau Toba.
Jawablah Pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Dari mana asal legenda Danau Toba?
2. Bagaimana awal mula pertemuan petani dengan istrinya dalam legenda Danau Toba?
3. Apa syarat yang diberikan oleh istri petani sebelum mereka menikah?
4. Mengapa akhirnya istri petani meninggalkan suaminya dan anaknya?
5. Bagaimana terbentuknya Danau Toba menurut legenda tersebut?