Oleh: Mustafa Kamal Ali, S.Pd.
Di era perkembangan informasi dan digitalisasi saat
ini, Guru dituntut untuk menjadi lebih profesional dan kreatif serta inovatif. Mengingat
tantangan zaman yang sangat besar dan persaingan Pendidikan sangat pesat dan
memanas. Jika guru tidak memperbaharui pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang
dimiliki Pendidikan akan ketinggalan zaman. Dalam hal ini, kapabilitas guru
menjadi ranah yang harus berkembang secara kontinyu. Dengan demikian seorang
guru harus secara sadar, dan memiliki tekad untuk senantiasa mengembangkan
keprofesionalismenya. Pengembangan keprofesionalisme guru, harus didasari
dengan tekad dan kemauan yang tinggi untuk mengembangkan dirinya. Tanpa adanya
upaya pengembangan diri secara kontinyu, maka pentasbihan sebagai guru
professional tidak akan memberi value added (nilai tambah) bagi dirinya,
organisasi profesinya, dan tentu kualitas Pendidikan nasional.
Dalam konteks pengembangan profesionalisme guru harus
bisa terus berkembang atau bisa kita sebut keprofesionalisme berkelanjutan.
Secara umum perkembangan keprofesionalisme secara berkelanjutan bertujuan untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dan berimbas pada
peningkatan mutu Pendidikan. Ada lima tujuan khusus dari pemngembangan
keprofesionalisme guru secara berkelanjutan, diantaranya yang pertama;
Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan,
Kedua; memutahirkan kompetensi guru untuk memenuhi kebutuhan guru dalam
mengfasilitasi proses belajar peserta didik dalam memenuhi tuntutan
perkembangan ilmu, teknologi, dan seni dimasa mendatang. Ketiga;
mewujudkan guru yang memiliki komitmen kuat melaksanakan tugas pokoknya dan
fungsinya sebagai tenaga professional, keempat; menumbuhkan rasa cinta
dan bangga sebagai penyandang profesi guru, dan kelima; meningkatkan
citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat (Dian Mahsunah, Dkk
2012). Dengan demikian sangat jelas, sebagai seorang guru harus selalu
berkembang baik pengetahuan ataupun kecakapan lain yang harus dimilikinya.
Ada banyak cara untuk mengembangkan keprofesionalisme guru,
diantaranya melalui; monitoring guru, peer teaching, meningkatkan keterampilan
menulis, mengikuti pelatihan, seminar atau kegiatan ilmiah lainnya, baik melaui
kegiatan online atau offline. Di era digital sekarang ini, sangat banyak wadah
untuk dijadikan tempat pengembangan pengetahuan dan kecakapan lain. Pemerintah sudah
menyiapkan platfom yang banyak melaui media online. Jadi tidak ada alasan tidak
tersedianya tempat pelatihan. Namun, dikembalikan lagi kepada diri guru
masing-masing.
Menjadi guru sekarang ini memiliki tantangan yang
sangat kuat dan beragam. Untuk menghadapi tantangan ini guru akan kesulitan
jika menghadapinya sendirian. Untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks
ini, guru harus berkolaborasi dengan guru lain ataupun dengan pihak lain. Hanya
Sebagian kecil guru yang dapat melakukannya sendiri. Apalagi jika sudah
dimasukkan dalam ranah satu sekolah, pengembangan Pendidikan dalam sekolah
tersebut harus melibatkan semua pihak yang ada disekolah tersebut. Mengapa demikian?
Jelas setiap individu mempunyai kelemahan, maka kelemahan itu harus dilengkapi oleh
kelebihan individu lainnya.
Kembali kepengembangan prefesionalisme guru, kadang
kita sebagai guru yang belum pengantongi gelar Gr atau memiliki sertifikat pendidik (tersertifikasi) kita berciut harapan, bahkan enggan melakukan pengembangan profesi
kita. Kita menganggap kita ini guru saja. Namun guru itu sebuah profesi yang
harus terus kita kembangkan baik pengetahuan ataupun kecakapan lainnya. Mengembangkan
diri dan selalu kreatif serta inovatif dalam melakukan pembelajaran serta mengembangkan Pendidikan
tidak harus menunggu lulus PPG dahulu. Kita harus mengawalinya sedini mungkin.
Mengapa demikian? Karena kita memiliki kewajiban mengembangkan profesi kita walau
belum mengantongi gelar Gr. Gelar Gr bukan jaminan kita akan professional dalam
menjalankan tugaskita sebagai guru. Namun tekad dan kemauan yang keras untuk
berkembang secara terus menerus inilah modal awal untuk menjadi guru yang professional.
Professional merupakan kepribadian guru. Hal ini bisa dijadikan modal guru secara
otonom.
Mari menjadi guru yang professional dan kreatif serta inovatif. Ingat,
kita merupakan ujung tombak Pendidikan, jangan terus menyalahkan sistem Pendidikan.
Karena keberhasilan Pendidikan negara kita berada ditangan kita, semakin kita professional
dalam menjalankan tugas, kita kreatif, inovatif, dan mengembangkan diri sesuai
zaman, Pendidikan kita akan terus berkembang dan akan berimbas pada Pendidikan nasional.
Apalagi bagi guru yang sudah melekat gelar Gr, harus lebih semangat
mengembangkan dirinya secara terus menerus. Jangan cukup berhenti pada gelar Gr
yang sudah disandang, namun terus kembangkan pengetahuan dan inovasinya, untuk Pendidikan.







